Pasuruan, Kabarpas.com -Menutup masa libur Tahun Baru 2026, kemeriahan tidak hanya tampak di objek wisata berbayar. Di Kota Pasuruan, puluhan anak-anak hingga orang dewasa justru memilih menghabiskan waktu dengan bermain adu layang-layang di kawasan pematang sawah Jalan Erlangga, Kecamatan Purworejo.
Sejak siang hingga menjelang Maghrib, langit di kawasan tersebut dihiasi oleh puluhan layangan yang saling beradu. Fenomena ini menjadi pemandangan rutin selama musim liburan kali ini, di mana warga lebih memilih hiburan murah meriah namun sarat akan kebersamaan.
Bagi para orang tua, bermain layangan bukan sekadar hiburan. Sugeng, warga Kelurahan Kebonagung, sengaja mengajak anaknya, Riyan yang masih duduk di kelas 5 SD, untuk bermain di area persawahan tersebut. Ia memiliki misi khusus: mengurangi ketergantungan anak pada gadget.
”Sengaja untuk mengedukasi anak agar tidak bermain handphone terus, yaitu dengan bermain layang-layang,” ujar Sugeng saat ditemui di lokasi.
Selain faktor edukasi, alasan ekonomi dan kenyamanan menjadi pertimbangan utama. Menurut Sugeng, berlibur ke tempat wisata komersial seringkali membutuhkan biaya yang tidak sedikit. Sebaliknya, bermain layangan di pinggir sawah memberikan kesegaran alami secara cuma-cuma.
”Disini yang datang untuk bermain layangan tidak dari sini saja, banyak yang datang dari kelurahan lain untuk beradu layang-layang, sehingga senang melihatnya,” terangnya kepada Kabarpas.com.
Keriuhan sorak-sorai anak-anak saat berhasil memutus benang lawan menjadi bukti bahwa kebahagiaan liburan tidak selalu harus dibayar dengan harga mahal. (emn/ian).



















