Jumlah Paus yang Mati di Pesisir Probolinggo Jadi 12 Ekor

Probolinggo (Kabarpas.com) – Jumlah paus yang mati di Pesisir Probolinggo terus bertambah. Saat ini paus yang telah ditemukan mati berjumlah sebanyak 12 ekor. Dari 12 paus yang mati tersebut, ada 11 bangkai paus yang dikubur. Sementara satu lagi ditenggelamkan.

Pantauan Kabarpas.com di lokasi, 11 ekor paus yang mati itu dikuburkan secara masal dalam sebuah lubang yang memiliki kedalaman 2 meter, di Desa Pesisir, Kecamatan Gending, Kabupaten Probolinggo.

Pengguburan ke-11 paus itu sendiri dilakukan seperti pengguburan manusia. Yakni, usai lubang untuk kuburan paus itu disiapkan, paus-paus yang mati itu kemudian dibawa ke dalam liang lahat, dengan menggunakan sebuah backhoe.

Selanjutnya, bangkai paus ditutupi dengan dua kain kafan yang masing-masing memiliki panjang dua meter dan lebar 50 sentimeter. Setelah itu sejumlah petugas menaburkan bunga di atas kain kafan yang menyelimuti paus tersebut.

Setelah prosesi tersebut dilakukan, paus-paus yang mati itu langsung dikubur. Dan warga kemudian memasang patok sebagai penanda kalau itu adalah kuburan 11 ekor paus yang mati.

“Rencananya 11 ekor paus yang mati ini akan kami tahlili. Sebab ini sudah menjadi tradisi di tempat kami kalau ada paus yang terdampar dan mati pasti akan ditahlili,” kata Kades Pesisir, Sanemo kepada Kabarpas.com, Jumat (17/06/2016).

Sementara itu, perlakuan untuk paus yang mati di Desa Pesisir ini sangat berbeda dengan bangkai paus yang di Desa Dringu. Sebab bangkai paus di Dringu ini hanya ditenggelamkan saja.

“Penenggelaman bangkai paus ini kami lakukan, demi menghindari terjadinya penularan penyakit, yang dibawa oleh paus tersebut,” ujar Bukhori, Kades Dringu.

Di sisi lain, Kepala Balai Pengelolaan Sumberdaya Pesisir Laut, Suko Wardono yang saat itu datang ke lokasi mengatakan, kalau pihaknya sangat mengapresiasi tindakan warga setempat, yang tanggap terhadap fenomena terdamparnya puluhan paus jenis pilot sirip tersebut.

“Penanganan yang dilakukan masyarakat nelayan, terhadap puluhan paus yang terdampar ini sudah baik. Namun, kedepan perlu di tingkatkan lagi. terutama pengetahuan tentang satwa laut raksasa ini,” pungkasnya. (sam/gus).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *