Reporter : Pendik
Editor : Agus Harianto
Banyuwangi, Kabarpas.com – Berbagai upaya dilakukan oleh pihak kepolisian, guna menciptakan situasi aman dan kondusif dalam pilkada serentak 2018. Itu seperti yang dilakukan oleh Polsek Rogojampi, Banyuwangi yang menggelar sosialisasi di pondok pesantren yang masuk dalam wilayah hukumnya.
Berada di Pondok Pesantren Gontor 5, Desa Kaligong, Kecamatan Rogojampi, Banyuwangi, Kapolsek Rogojampi Kompol Suhariyono dan Kepala Sekolah Pondok Pesantren, Ustad Sujai didampingi staf pengajar memberikan paparan kepada seluruh santri.
Setidaknya ada empat poin yang saat itu diberikan, agar santri juga ikut berperan dalam menjaga keamanan dan kodusifitas pilkada serentak 2018.
Dihadapan para santri yang rata-rata dari seluruh penjuru Indonesia bahkan luar negeri, Kompol Suhariyono menjelaskan, selain kepolisian peran serta Pondok Pesantren juga dibutuhkam untuk menjaga kelancaran dan keamanan pilkada serentak 2018. Diharapkan Santri juga tidak terpengaruh terhadap isu-isu yang dapat memecah kerukunan umat beragama.
“Jika ada temuan profokasi yang mengarah kepada perpecahan, para Santri dan pengurus pondok pesantren dapat kordinasi atau melapor kepada polisi,” kata Kompol Suharyono Kepada Kabarpas.com biro Banyuwangi, Senin, (29/01/18)
Kompol Suharyono menambahkan, untuk seluruh santri agar tidak terpengaruh terhadap Islam radikal atau aliran garis keras. Sehingga Santri mampu menjadi Santri suri tauladan di tengah masyarakat.
“Karena hal tersebut merupakan bagian dasar dari langkah-langkah menuju kerukunan umat beragama yang selalu dijaga nenek moyang bangsa ini,” tegasnya.
Usai memberi paparan Kapolsek Rogojampi melakukan tukar cindera mata bersama Pondok Pesantren Gontor 5 Banyuwangi. (pen/gus)

















