Menu

Mode Gelap
Wujudkan Mimpi Pebasket Muda Jatim, MPM Honda Jatim Gelar Honda DBL 2023 East Java Series Dukungan Mas Dion Maju Cabup Pasuruan 2024 Kian Masif

KABAR NUSANTARA · 1 Mar 2026

Guru Besar UIN Jakarta: Jangan Prematur Menilai Polemik Zakat


Guru Besar UIN Jakarta: Jangan Prematur Menilai Polemik Zakat Perbesar

Jakarta, Kabarpas.com — Polemik yang mengemuka terkait pernyataan Menteri Agama tentang zakat dinilai perlu ditempatkan dalam kerangka yang jernih dan proporsional. Guru Besar UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Prof. Dr. Ahmad Tholabi Kharlie, mengingatkan agar masyarakat tidak tergesa-gesa membangun kesimpulan sebelum memahami konteks secara utuh.

Hal itu ia sampaikan saat dimintai pandangan oleh media mengenai dinamika yang berkembang menjelang Ramadan. Menurutnya, perdebatan yang terjadi lebih banyak dipicu oleh pembacaan parsial terhadap pernyataan yang beredar di ruang publik.

“Dalam tradisi Islam, kehati-hatian dalam menerima dan menilai informasi merupakan bagian dari etika sosial. Tabayun bukan sekadar anjuran, tetapi prinsip moral yang harus dijaga,” ujarnya.

Prof. Tholabi menegaskan bahwa secara normatif, kedudukan zakat tidak pernah berubah. Ia adalah rukun Islam sekaligus kewajiban individual (fardhu ‘ain) yang memiliki dasar yang sangat kuat dalam al-Qur’an dan Sunah.

“Zakat memiliki posisi qath‘i dalam ajaran Islam. Tidak ada pergeseran normatif dalam hal itu,” jelasnya.

Sebagai Wakil Rektor UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, ia menilai substansi gagasan yang berkembang sebenarnya berkaitan dengan upaya memperluas penguatan instrumen filantropi Islam secara menyeluruh.

Menurutnya, optimalisasi wakaf, infak, dan sedekah harus dipahami sebagai strategi komplementer, bukan substitusi terhadap zakat.

“Dalam perspektif maqashid al-syari‘ah, penguatan berbagai instrumen dana sosial Islam merupakan upaya memperbesar kemaslahatan dan memperkuat keadilan distribusi,” katanya.

Ia menambahkan, di tengah momentum Ramadan, perbedaan penafsiran seharusnya tidak berkembang menjadi polarisasi yang mengganggu persaudaraan umat.

“Energi publik sebaiknya difokuskan pada penguatan solidaritas sosial dan pemberdayaan umat,” pungkasnya. (ajo/ian).

Artikel ini telah dibaca 7 kali

Baca Lainnya

Silaturahmi Wali Kota Mojokerto ke Rumah Warga Untuk Bukber Puasa Dalam Giat Rantangan Ning Ita

1 Maret 2026 - 20:41

HPSN 2026, Sejumlah Elemen Masyarakat di Probolinggo Kompak Gelar Bersih-bersih Pantai

1 Maret 2026 - 20:27

Hijabers Serenity Ride, Ngabuburide Penuh Makna Bersama Honda Scoopy

1 Maret 2026 - 19:57

Sinergi Pendidikan Indonesia-Inggris: Transformasi Guru Madrasah Menuju Standar Internasional

28 Februari 2026 - 21:12

Taklukkan Tikungan Akhir, Bintang Kibarkan Merah Putih di Moto4 Asia Cup Buriram

28 Februari 2026 - 21:09

Pencari Ikan di Pandaan Ditemukan Meninggal di Sungai Kunir

28 Februari 2026 - 12:55

Trending di Berita Pasuruan