Gunung Bromo Semburkan Abu Vulkanik, Pelajar di Probolinggo Terpaksa Pakai Masker

Probolinggo (Kabarpas.com) – Aktivitas Gunung Bromo yang saat ini mulai menyemburkan abu vulkanik. Membuat daerah sekitar diguyur abu vulkanik. Meski intensitasnya masih rendah. Namun, abu vulkanik ini sempat mengganggu aktivitas pelajar SD. Salah satunya seperti yang dialami oleh pelajar SDN 2 Ngadisari, Kecamatan Sukapura, Kabupaten Probolinggo.

Para pelajar ini terpaksa harus memakai masker. Pasalnya, sejak tiga hari terakhir. Sekolah mereka diguyur abu vulkanik Gunung Bromo. Meski intensitasnya rendah dan hanya terjadi pada malam hari. Namun, pagi harinya sudah mengganggu aktivitas belajar mengajar.

Mereka pun berdoa sesuai dengan ajaran agama Hindu, dengan harapan agar diberi keselamatan dan ketenangan dalam mengikuti proses belajar mengajar. Itu mereka lakukan, karena kegiatan belajar mereka di sekolah sejak tiga hari terakhir ini, diganggu dengan abu vulkanik. Bahkan, saat makan, tak jarang makanan bekal mareka pun menjadi kotor bercampur abu vulkanik.

“Setiap hari bekal makanan yang saya bawa, selalu menjadi kotor karena bercampur dengan abu,” ucap Sandy, salah satu pelajar di SDN 2 Ngadisari kepada Kabarpas.com. Kamis, (26/11/2015).

Sementara itu, menanggapi hal ini, Dinas Pendidikan (Dispendik) Kabupaten Probolinggo bekerja sama dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat, untuk membagikan masker kepada seluruh pelajar dan para pengajar.

“Melalui pembagian masker ini, diharapkan agar aktivitas belajar mengajar tidak terganggu, apalagi sampai menyebabkan gangguan kesehatan,” kata Kadispendik Kabupaten Probolinggo Tutug Edi Utomo kepada Kabarpas.com.

Seperti dikabarkan sebelumnya, aktifitas kegempaan Gunung Bromo di Kecamatan Sukapura Kabupaten Probolinggo terus meningkat. Bahkan, sejak tiga hari terakhir mulut kawah mulai menyemburkan abu vulkanik bercampur asap putih pekat berketinggian 150 meter.

Selain itu, meski cenderung tipis. Namun, abu vulkanik yang menghujani dua desa di Kecamatan Sukapura, yaitu Desa Ngadisari dan Ngadirejo tersebut, tentunya mengancam aktifitas warga setempat. Meski begitu, sampai saat ini status Gunung Bromo masih dalam level waspada. (odi/abu).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *