Gunung Bromo Kembali Erupsi, Warga dan Wisatawan Diminta Patuhi Zona Aman

Probolinggo (Kabarpas.com) – Gunung Bromo di Kabupaten Probolinggo kembali erupsi. Aktivitas kegempaan terus meningkat disertai lontaran material vulkanis yang kian meluas. Meski mengalami erupsi, namun status gunung yang memiliki sejuta keindahan itu masih di level waspada dengan radius satu kilometer.

Sejak mengalami peningkatan aktifitas pada 1 April lalu. Gunung Bromo terus mengalami lonjakan aktifitas hingga Senin (11/04/2016) pagi. Kepulan asap kelabu kecoklatan tebal semakin membungbung dengan ketinggian 1.500 meter dari puncak kawah menuju arah barat.

Hasil pengamatan petugas Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Gunung Bromo di Desa Ngadisari, Kecamatan Sukapura, Kabupaten Probolinggo juga menunjukkan adanya peningkatan gempa tremor menerus.

“Saat ini gempa tremor naik dari sebelumnya kisaran 2 milimeter. Dan kini telah mencapai 35 milimeter, tremor juga disertai gempa vulkanik yang kian intens. Bahkan, selama 6 jam terakhir saja terjadi 4 kali gempa vulkanik dalam perut kawah berdurasi hingga 32 detik,” ujar Ahmad Subhan, kepala PVMBG Gunung Bromo.

Ia menambahkan, saat ini lontaran asap berupa abu vulkanis semakin luas dan mencapai 7 kilometer dari titik semburan disertai belerang pekat. Kondisi ini menandakan bahwa Gunung Bromo kembali erupsi seperti yang terjadi tiga bulan lalu.

“Kepada wisatawan dan warga kami himbau kembali untuk siaga bencana, dan mematuhi zona aman sejauh satu kilo meter, sesuai rekomendasi petugas PVMBG dengan kondisi erupsi. Namun status Gunung Bromo tetap di level waspada,” terangnya kepada Kabarpas.com.

Seperti dikabarkan sebelumnya, pada 26 Februari lalu status Gunung Bromo turun dari siaga menjadi waspada, pasca mengalami erupsi strombolian sejak Oktober 2015 hingga awal Februari 2016. Namun, belum genap dua bulan status diturunkan Gunung Bromo kembali erupsi. (har/gus).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *