Kraksaan (Kabarpas.com) – Cuaca buruk di laut utara Jawa tidak membuat warga nelayan di Desa Kalibuntu, Kecamatan Kraksaan, Kabupaten Probolinggo, menunda tradisi petik lautnya. Pasalnya, tradisi petik laut itu sebagai ajang syukur mereka pada Sang Maha Kuasa, lantaran perolehan tangkapan ikannya terus meningkat.
Pantauan Kabarpas.com, persiapan tradisi petik laut sekaligus tradisi karnaval perahu hias ala nelayan Desa Kalibuntu ini, juga menyediakan miniatur perahu hias berisi aneka sesajen. Diantaranya, yaitu kepala sapi, perlengkapan makan, seperangkat pakaian, aneka makanan hingga jajanan berbentuk binatang laut, yang ditempatkan di atas miniatur perahu tersebut.
Selanjutnya, miniatur perahu hias diarak menuju tepi pantai dengan diiringi ibu-ibu nelayan berbaris di belakangnya. Sesampainya di tepi pantai, miniatur perahu dibawa ke tengah laut menggunakan perahu nelayan dengan diiringi puluhan perahu nelayan.
Konon, selain acara melarung sesaji, warga di dusun tersebut juga selalu menggelar tradisi karnaval perahu hias tepat di bulan Desember, yang juga bertepatan dengan peringatan Maulid Nabi Muhammad ini. Yakni, dengan tujuan agar cuaca buruk yang terjadi belakangan ini segera berakhir dan nelayan bisa mencari ikan dengan tenang.
Tak ayal, arak-arakkan perahu hias ini berjalan beriringan dengan membawa penumpang antara 10 sampai 30 orang setiap perahunya. Dan setelah sampai di 5 mil di tengah laut, miniatur perahu berisi sesaji itu pun dilarung.
Kepala Desa (Kades) Kalibuntu Baidawi mengatakan, kalau hasil tangkapan ikan belakangan ini menurun, karena terjadi cuaca buruk di laut utara Jawa. “Ini termasuk tasyakuran warga nelayan, karena mayoritas warga Kalibuntu ini nelayan,” katanya kepada Kabarpas.com.
Sementara itu, Kepala Dinas Kelautan Dan Perikanan Kabupaten Probolinggo Dedy Isfandi mengaku, kalau akhir ini cuaca laut memang agak buruk. “Jadi saya menghimbau, agar selalu hati-hati bagi nelayan yang terpaksa menjaring ikan di tengah laut,”ungkapnya.
Di sisi lain, anggota Komisi VIII DPR RI, Hasan Aminuddin juga hadir dalam kesempatan tersebut. Ia pun turut melepas karnaval dengan memotong pita secara simbolis. Pria yang saat ini digadang-gadang akan maju sebagai Calon Gubernur (Cagub) Jatim tersebut mengatakan, kalau peringatan tradisi petik laut serta memperingati Maulid Nabi Muhammad ini, harus terus dijaga dan dilestarikan hingga anak cucu mereka nanti.
“Ayo semua berdoa, serta jangan lupa Sholat 5 Waktunya. Di samping petik laut, ini juga untuk peringatan Maulid Nabi Muhammad,”pungkasnya. (sam/sym).
















