Reporter : Arudatu
Editor : Memey Mega
__________________________________
Malang (Kabarpas.com) – Peringatan Hari Batik Nasional akan dihelat di depan Balaikota Malang pada 2 Oktober mendatang.
Menurut Suryadi, Ketua Panitia, kegiatan yang akan mendatangkan beberapa politisi sebagai bentuk rangkaian acara perayaan dalam peringatan hari batik, dan merupakan bagian dari Batik, World Tolerance, Perdamaian antar bangsa.
“Kegiatan ini merupakan rangkaian acara perayaan hari nasional Indonesia untuk memperingati ditetapkannya batik sebagai warisan kemanusiaan untuk Budaya Lisan dan Nonbendawi (Masterpieces of the Oral and Intangible Heritage of Humanity) pada 2 Oktober 2009 lalu oleh UNESCO,” terang Suryadi saat dihubungi Kabarpas Biro Malang, Kamis (28/09/2017).
Biasanya, pada tanggal 2 Oktober tiap tahunnya dari lapisan masyarakat mulai pejabat pemerintah dan pegawai BUMN hingga pelajar disarankan untuk mengenakan batik.
Diharapkann dengan adanya kegiatan ini mampu memupuk rasa cinta kebangsaan, “Lewat batik mampu memupuk toleransi antar bangsa-bangsa. Isu -isu toleransi. Ia juga memberikan panggung kepada kaula muda untuk turut serta melestarikan kebudayaan,” pungkasnya.
Untuk diketahui, pemilihan Hari Batik Nasional yang jatuh pada 2 Oktober berdasarkan keputusan UNESCO menetapkan bahwa batik Indonesia sebagai warisan budaya dunia. Dan pengakuan terhadap batik milik Indonesia sebagai warisan budaya nusantara merupakan pengakuan internasional terhadap budaya lokal.
“Kegiatan kita nanti ini berupa Fashion On The Street yang kita beri tema “Saya Indonesia, Saya Berbatik,” imbuhnya.
Dalam acara yang digelar oleh IKIP Budi Utomo Malang bekerja sama dengan Batik Tulis Celaket rencananya akan mendatangkan beberapa tokoh-tokoh nasional, pejabat tinggi negara, wakil rakyat, kepala daerah dan para politisi lainya.
“Banyak tokoh-tokoh nasional yang akan hadir, juga ada pejabat tinggi negara, politisi, wakil rakyat, kepala daerah. Mulai dari legislatif, eksekutif dan yudikatif akan hadir dalam perayaan ini,” jelas Suryadi lagi.
Selain itu, kata Suryadi, juga diikuti oleh peserta dari 13 Negara, 34 Provinsi, Lintas Organisasi, Lintas Agama dan Perguruan Tinggi. Diprediksi dihadiri sebanyak 2000 orang dengan berbusana batik. (aru/mey).