Probolinggo (Kabarpas.com) – Diduga karena tersulut api cemburu, BU (35), warga Desa Besuk, Kecamatan Bantaran membacok seorang petani bernama Rosidi (36), warga Desa Gunungtugel, Kecamatan Bantaran, Kabupaten Probolinggo. Akibatnya, Rosidi mengalami luka bacok sepanjang 10 cm di bagian punggungnya. Sementara BU saat ini sudah ditangkap oleh pihak kepolisian Sektor Bantaran.
Informasi yang diperoleh Kabarpas.com menyebutkan, kejadian tersebut terjadi sebelum sholat Jumat dilaksanakan. Kala itu Rosidi hendak melaksanakan sholat Jumat di sebuah masjid yang tak jauh dari rumahnya dengan mengendarai sepeda motor. Sesampainya di jalan Dusun Curah Bindu, Desa Gunung Tugel. Tiba tiba tersangka datang menghadang Rosidi dengan sebuah clurit di tangannya.
“Tanpa basa-basi, tersangka kemudian langsung mendorong korban hingga terjatuh. Saat terjatuh itulah tersangka menyabetkan cluritnya ke arah korban. Beruntungnya korban berhasil menghindari sabetan clurit tersangka, hingga akhirnya berusaha lari. Namun, pada saat itu punggung korban berhasil dibacok oleh pelaku,” ujar Kapolsek Bantaran AKP Sujianto. Jumat, (26/02/2016).
Kendati demikian korban berhasil kabur pulang ke rumahnya. Sementara pelaku usai berhasil membacok punggung korban, tak melakukan pengejaran namun melarikan diri. Atas kejadian ini korban langsung melaporkannya kepada Kepala Desa Gunung Tugel yang selanjutnya laporan tersebut dibawa menuju Polsek Bantaran.
Usai menerima laporan tersebut, petugas Polsek Bantaran selanjutnya langsung menuju ke Tempat Kejadian Perkara (TKP) untuk mengamankan korban dan melakukan pencarian tersangka. Tak lama kemudian tersangka berhasil diamankan oleh petugas saat dirinya bersembunyi di kediaman saudaranya di Desa Tempuran, Kecamatan Bantaran. Selanjutnya tersangka langsung digiring menuju Mapolsek Bantaran.
“Dugaan awal kasus penganiayaan tersebut karena tersangka cemburu karena korban menyukai istrinya. Namun, untuk kepastian motif dari pembacokan tersebut. Saat ini kami masih melakukan pemeriksaan terhadap tersangka,” pungkasnya. (sam/abu).



















