Jember, Kabarpas.com – Pemkab Jember terus memperkuat sektor pariwisata melalui peningkatan layanan transportasi publik. Selain mengoperasikan shuttle bus gratis dari dan menuju Bandara Notohadinegoro, Dinas Perhubungan (Dishub) Jember pada 2026 meluncurkan program tambahan berupa layanan angkutan gratis bagi wisatawan rombongan yang berkunjung ke Jember.
Kepala Dishub Jember, Gatot Triyono mengatakan program ini dirancang untuk menarik lebih banyak wisatawan sekaligus memudahkan mobilitas mereka selama berada di Jember.
“Program kami di 2026, kami memberikan layanan angkutan gratis bagi wisatawan yang datang ke Jember minimal 10 orang. Syaratnya menggunakan penerbangan pulang-pergi ke Jember dengan Wings Air atau Fly Jaya,” ujar Gatot.
Tak hanya dari dan ke bandara, Dishub juga menyiapkan angkutan gratis selama wisatawan beraktivitas di Jember. Program ini menyasar berbagai segmen, termasuk rombongan wisata hingga umat Hindu yang hendak melaksanakan ibadah ke Kabupaten Lumajang melalui Bandara Notohadinegoro.
“Selama mereka di Jember akan kami siapkan angkutan gratis. Bahkan sahabat-sahabat kami umat Hindu yang akan beribadah ke Lumajang, sampai di bandara kami siapkan shuttle bus gratis ke Lumajang dan kembali lagi ke Bandara Notohadinegoro,” jelasnya.
Program ini menjadi kelanjutan dari layanan shuttle bus bandara gratis yang telah dioperasikan Pemkab Jember. Shuttle bus ber-AC tersebut menghubungkan Bandara Notohadinegoro dengan sejumlah simpul transportasi utama, seperti Terminal Tawangalun, Stasiun Jember, dan Alun-alun kota.
Gatot menjelaskan, shuttle bus beroperasi mengikuti jadwal penerbangan dan dapat digunakan penumpang untuk naik dan turun selama masih berada di sepanjang rute yang ditentukan.
“Halte utamanya di Tawangalun, stasiun, Alun-alun, dan bandara. Tapi sepanjang rute itu penumpang bisa turun sesuai kebutuhan,” katanya.
Dengan kapasitas 25 penumpang, shuttle bus bandara kembali beroperasi sejak awal 2026. Dalam beberapa hari awal operasional, dari sekitar 50 penumpang yang tiba di Jember, sebanyak 10 hingga 15 orang telah memanfaatkan layanan tersebut.
Menurut Gatot, rendahnya pemanfaatan shuttle bus di awal operasional lebih disebabkan faktor sosialisasi.
“Masih banyak penumpang yang belum tahu. Mereka akhirnya masih memilih antar jemput pribadi. Ini yang akan kami masifkan lagi sosialisasinya,” ujarnya.
Meski demikian, respons masyarakat dinilai positif. Sejumlah pengguna mengaku terbantu dengan layanan transportasi gratis dan nyaman yang disediakan pemerintah daerah. Dishub optimistis, kombinasi shuttle bus bandara dan program angkutan gratis wisatawan rombongan akan menjadi daya tarik tersendiri.
“Harapannya, wisatawan tidak hanya singgah, tapi juga menginap dan berwisata di Jember. Transportasi kami siapkan, sehingga pariwisata Jember bisa semakin bergairah,” pungkas Gatot. (dan/ian).


















