Menu

Mode Gelap
Wujudkan Mimpi Pebasket Muda Jatim, MPM Honda Jatim Gelar Honda DBL 2023 East Java Series Dukungan Mas Dion Maju Cabup Pasuruan 2024 Kian Masif

KABAR NUSANTARA · 3 Mar 2026

Cuti Bukan Jeda Tanggung Jawab, Fawait Tetap Pegang Kendali Jember


Cuti Bukan Jeda Tanggung Jawab, Fawait Tetap Pegang Kendali Jember Perbesar

Sabtu, 14 Maret 2026 – 05.38 | 586 kali dilihat

 

Jember, Kabarpas.com – Jarak ribuan kilometer antara Makkah dan Jember tak lantas membuat kendali pemerintahan terlepas dari tangan Bupati Muhammad Fawait. Di tengah cuti ibadah umrah, ia justru menunjukkan bahwa roda birokrasi, terutama program prioritas Makan Bergizi Gratis (MBG) tetap bergerak di bawah arahannya.

Senin (2/3/2026) malam, Fawait muncul di layar rapat koordinasi Satgas MBG Kabupaten Jember melalui sambungan daring di Pendopo Wahyawibawagraha. Dia memimpin langsung jalannya evaluasi, memberi peringatan keras soal kualitas menu, hingga menegaskan standar pengelolaan dapur program nasional tersebut.

“Ini fondasi menyiapkan generasi unggul menuju Indonesia Emas 2045. Jangan dipandang sebagai proyek bagi-bagi makanan saja,” tegasnya.

Pernyataan itu menyiratkan bahwa meski sedang menjalankan ibadah, fokusnya pada agenda strategis daerah tidak berkurang. Bahkan, nada bupati mengeras saat menyinggung dugaan pengurangan anggaran menu di lapangan.

“Tidak boleh ada pengurangan sedikit pun. Kalau ada yang melanggar, konsekuensinya jelas,” ujarnya.

Fawait juga menyoroti dapur yang belum memenuhi standar perizinan, termasuk ketiadaan Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS). Baginya, program berskala besar seperti MBG harus berjalan dengan tata kelola ketat karena menyangkut keselamatan penerima manfaat.

Kehadiran virtual itu sekaligus menjawab perdebatan internal yang sempat mengemuka selama bupati cuti. Wakil Bupati Djoko Susanto sebelumnya mengambil sejumlah langkah administratif, mulai dari berkirim surat ke Gubernur Jawa Timur hingga menggelar konsolidasi internal pemerintahan.

Namun rapat MBG yang dipimpin langsung Fawait dari Makkah menunjukkan bahwa kendali strategis tetap berada di tangan kepala daerah. Teknologi komunikasi memungkinkan keputusan diambil lintas negara, menjadikan jarak bukan lagi penghalang dalam tata kelola pemerintahan modern.

Kuasa hukum bupati, Moh. Husni Thamrin bahkan menegaskan kepala daerah tetap dapat menjalankan tugas selama masih mampu berkomunikasi dan mengambil keputusan dari mana pun berada.

Sikap Fawait juga terlihat dalam visinya terhadap MBG sebagai motor ekonomi baru daerah. Ia memperkirakan ratusan dapur akan beroperasi dengan potensi penyerapan tenaga kerja hingga puluhan ribu orang dan perputaran dana yang signifikan bagi ekonomi lokal.

“Perputaran ekonomi akan terasa sampai ke desa-desa,” katanya.

Untuk memastikan program berjalan sesuai tujuan, Pemkab Jember menyiapkan pengawasan berlapis, mulai dari evaluasi rutin, pelaporan harian, hingga integrasi CCTV dapur dengan sistem pemantauan pemerintah daerah.

Di tengah dinamika dua pucuk pimpinan daerah, momen ini memperlihatkan model kepemimpinan jarak jauh yang semakin relevan di era digital.

Dari Makkah, Fawait memberi pesan bahwa cuti ibadah bukan jeda dari tanggung jawab pemerintahan. Setidaknya untuk saat ini, kendali Jember masih berada dalam genggamannya meski dipisahkan oleh jarak ribuan kilometer. (dan/ian).

Artikel ini telah dibaca 37 kali

Baca Lainnya

Harlah PMII ke-66: PB IKA PMII Gelar Konsolidasi Kebangsaan dan Halalbihalal di Jakarta

18 April 2026 - 10:14

Family Parenting PKK Rejotangan Tulungagung Gelar Kegiatan Edukasi Keluarga Harmonis

18 April 2026 - 10:11

Banyak Manfaat, DPRD Kota Probolinggo Dorong joging Track 

17 April 2026 - 21:04

MPM Honda Jatim Perkuat Kesiapsiagaan Karyawan Lewat Pelatihan Emergency Response Team di Malang dan Surabaya

17 April 2026 - 12:16

Jember Gaspol Latih Atlet, Siap Sambut Marching Band Asia 2027

17 April 2026 - 11:57

Nenek Penjual Cilok di Pasuruan Naik Haji Setelah Menabung 50 Tahun

17 April 2026 - 07:36

Trending di Berita Pasuruan