Menu

Mode Gelap
Wujudkan Mimpi Pebasket Muda Jatim, MPM Honda Jatim Gelar Honda DBL 2023 East Java Series Dukungan Mas Dion Maju Cabup Pasuruan 2024 Kian Masif

Pasuruan · 25 Jan 2016 22:14 WIB ·

Cerita Eks Anggota Gafatar Ini Bikin Hati Terenyuh


Cerita Eks Anggota Gafatar Ini Bikin Hati Terenyuh Perbesar

Abu Avzalea, Pasuruan

(Kabarpas.com) – EDI WINARTO, (33), salah satu eks anggota Gafatar asal Kabupaten Pasuruan ini, tampak santai menceritakan apa yang momotivasi dirinya bergabung dengan Gerakan Fajar Nusantara (Gafatar). Hingga membuatnya rela meninggalkan kampung halaman untuk berhijrah ke Kalimantan.

“Saya berangkat ke Kalimantan sekitar bulan Oktober 2015 lalu, bersama dengan istri dan anak,” kata Edi kepada saat ditemui Kabarpas.com di Balai Latihan Kerja (BLK) Kabupaten Pasuruan. Senin, (25/01/2016).

Edi mengaku, kala itu dirinya diajak salah satu temannya untuk tinggal di Kalimantan. Ajakan itu dituruti oleh Edi. Hingga ia pun akhirnya memutuskan untuk berangkat ke Kalimantan, dengan naik kapal motor melalui pelabuhan Tanjung Perak Surabaya.

“Waktu itu saya tidak tahu kalau di Kalimantan akan bergabung dengan Gafatar. Karena waktu itu kan masih belum ramai adanya pemberitaan mengenai Gafatar. Sehingga ketika diajak teman untuk tinggal dan bekerja di sana (Kalimantan.red), saya pun tak menolaknya,” ucapnya.

Sesampainya di lokasi perkampungan Gafatar, di Moton Panjang, Desa Antibar, Kecamatan Mempawa Timur, Kabupaten Pempawa, Kalimatan Barat. Edi bersama istri dan anaknya langsung disediakan tempat tinggal oleh temannya yang mengajak Edi saat itu.

“Di Kalimantan saya sudah disediakan tempat tinggal berupa rumah kayu ukuran 4 x 4. Dan di sana ternyata sudah ada banyak unit rumah, di mana setiap rumah ditempati oleh satu keluarga,” terangnya kepada Kabarpas.com.

Pria berkulit sawo matang ini menegaskan, selama tinggal di perkampungan Gafatar tidak ada kegiatan ‘doktrin’ soal aqidah. Kata Edi, dirinya dan eks anggota Gafatar lainnya hanya berkumpul untuk membahas tentang pertanian.

“Kalau dikatakan aliran sesat, di mana letak sesatnya. Di sana (Kalimantan.red) kami hanya menjalankan aktivitas sehari-hari untuk bercocok tanam. Bahkan, di sana kami sudah merasa hidup damai dan tentram,” akunya.

Kini pasca dirinya dan eks anggota Gafatar lainnya dipulangkan ke kampung halaman. Edi harus menghadapi problem baru. Dirinya mengaku, sudah tak memiliki tempat tinggal lagi atau pun keluarga dekat.

“Di Kalimantan saya sudah memiliki tempat tinggal dan enam ekor sapi. Tapi, sekarang ini saya sudah tak punya tempat tinggal lagi. Semoga pemerintah bisa memperhatikan nasib saya dan yang lainya,” pungkasnya, (***).

Artikel ini telah dibaca 22 kali

Baca Lainnya

Muhammad Rizky, Pemuda Asal Pasuruan Terpilih Wakili Jawa Timur di Ajang Duta Inspirasi Indonesia

16 Februari 2024 - 11:10 WIB

Hati Suhita; Kolaborasi Dunia Pesantren dan Falsafah Jawa

14 April 2023 - 14:57 WIB

Peringatan Hari Jadi Kota Pasuruan Ke-337 Berlangsung Spektakuler

8 Februari 2023 - 22:32 WIB

Cara Unik Pemuda asal Probolinggo Ajak Warga Pelosok Cegah Covid Lewat Buku

25 November 2021 - 06:56 WIB

Sejenak dengan Anisa Azhara, Pelajar Asal Pasuruan yang Terpilih Menjadi Duta Harmoni Nasional

23 November 2021 - 09:56 WIB

Cerita Sukses Juragan Batik Muda Asal Pasuruan

2 Oktober 2021 - 12:16 WIB

Trending di Sisi Lain