Probolinggo, kabarpas com – Antisipasi tertular Covid-19 , Wali Kota Probolinggo, Habib Hadi Zainal Abidin berharap warganya untuk tetap patuh protokol kesehatan (prokes) dengan tetap menerapkan 5 M (Memakai masker, Mencuci tangan, Menjaga jarak, Menjauhi kerumunan dan Mengurangi mobilitas) yang merupakan cara efektif meminimalisir penularan Covid-19.
Meski Kota Probolinggo saat ini berada di zona kuning, namun masyarakat tidak boleh lengah disiplin 5M harus terus dilakukan. Maraknya Covid-19 varian baru di beberapa daerah, membuat Wali Kota berharap masyarakat menahan diri untuk tidak keluar kota.
“Saya menghimbau agar warga Kota Probolinggo tidak berpergian dahulu ke luar kota, jika tidak ada kepentingan yang mendesak,” ujar Wali Kota dalam konferensi pers yang digelar secara virtual, Rabu (16/6/2021) siang.
Khusus untuk pelaku usaha, lanjutnya disiplin 5M harus terus dijalankan.
“Konsumen yang tidak menggunakan masker, diingatkan. Tujuannya, semata-mata untuk memutus penyebaran Covid-19,” tambahnya.
Habib Hadi menambahkan, bila masyarakat Kota Probolinggo lalai dan tak mengindahkan seruan pemerintah, tidak mungkin lonjakan kasus Covid-19 bakal kembali terjadi. Dan bila memang terjadi lonjakan, maka Kota Probolinggo akan kembali terjerembab ke zona merah.
“Jika seperti itu, maka pemerintah akan kembali menerapkan pembatasan, salah satunya pembatas jam buka usaha yang saat ini masih pukul 21.00 WIB,” tandasnya.
Masuknya warga pulau Madura ke wilayah Kota Probolinggo, Pemerintah sudah melakukan berbagai antisipasi. Salah satunya dengan menggencarkan rapid tes antigen bagi penumpang kapal dari Pulau Madura yang datang ke Pelabuhan Tanjung Tembaga Mayangan Probolinggo.
“Pemerintah juga sudah melakukan antisipasi yaitu kunjungan ke Museum Rasulullah SAW, khusus tamu dari Madura tidak kita terima dulu,” tutupnya. (wil/gus).



















