Trenggalek, kabarpas.com – Bupati Trenggalek Mochamad Nur Arifin bersama jajaran Forkopimda menggelar safari infrastruktur di Kecamatan Munjungan.
Dalam safari infrastruktur tersebut, Mas Ipin sapaan dia mengunjungi beberapa infrastruktur yang ada di kecamatan tersebut. Dintaranya adalah akses jalan menuju Pantai Blado yang dilakukan pengerasan.
Mas Ipin mengatakan, akses masuk menuju pantai yang menjadi pusat aktivitas masyarakat Munjungan terlihat cukup lebar, meskipun belum selesai 100 persen. Karena, keterbatasan anggaran.
Ini menjadi atensi, karena akan digunakan untuk liburan panjang lebaran. “Jadi agenda ini bersama jajaran Forkopimda adalah mengadakan safari ramadhan ke Kecamatan Munjungan. Kita mengawali dengan safari infrastruktur, “ucapnya.
Mas Ipin menuturkan, akan ada arus wisata libur lebaran yang cukup tinggi. Anggaran kita cukup terbatas, namun tetap dimaksimalkan, “imbuhnya.
Ditambahkannya, salah satu pusat aktivitasnya di Pantai Blado. Sekarang masih dalam proses pengerasan tapi belum selesai 100 persen. “Tapi sudah lumayan dengan anggaran sekitar Rp 400 hingga Rp 500 juta, “tukasnya.
Dia menyebut, ada beberapa infrastruktur besar yang sekarang sedang dipersiapkan. Misalnya jembatan di Gembes yang butuh anggaran sekitar Rp 1,9 M.
Secara keseluruhan di Kecamatan Munjungan nanti akan ada realokasi anggaran Rp 35 M. Dimana akan kit fokuskan pada pengadaan lahan di JLS yang menghubungkan antara Prigi sampai Munjungan.
“Alhamdulillah. Pemerintah Provinsi menyambut baik dan kemungkinan akan membantu kita membiayai infrastruktur lainnya sebagai penggati anggaran yang digunakan untuk beli tanah.Kita upayakan semaksimal mungkin, “tandasnya.
Diakuinya, untuk lebaran pihaknya menyiapkan anggaran emergency sekitar Rp 5 miliyar. Karena, tersedot banyak untuk anggaran Pilkada.
“Semoga saja kekurangan anggaran tersebut bisa teranggarkan pada APBD Perubahan Tahun Anggaran 2025. Kita berharap fiskal bisa lebih bagus. Baik dari pusat atau provinsi, “ujarnya.
Ketika disinggung soal JLS, orang nomor satu di Kabupaten Trenggalek ini menyampaikan, JLS masih kurang ruas yang di Munjungan. Mulai Prigi-Munjungan sampai ke Panggul.
Memang untuk pembebasan lahan kita butuh anggaran kurang lebih Rp 200 milyar. Namun, kita akan fokuskan untuk Prigi-Munjungan terlebih dahulu. Kebanyakan hutan IPPKH nya sudah diusulkan. Tinggal pengadaan lahannya yang butuh anggaran sekitar Rp 35 miliar.
“TAPD dan Bappeda sudah melakukan pergeseran infrastruktur. Untuk pembangunan infrastruktur kita geser terlebih dahulu untuk pengadaan lahan. Ada kolaborasi dengan pemerintah pusat, tapi provinsi juga akan ikut membantu, “tutupnya (ADV/Sumber : Prokopim Kabupaten Trenggalek).

















