Probolinggo (Kabarpas.com) – Selain memantau langsung aktivitas Gunung Bromo. Dalam blusukannya ke sejumlah desa di Kecamatan Sukapura, Kabupaten Probolinggo. Menteri Sosial (Mensos), Khofifah Indar Parawansa juga memberikan bantuan kepada warga Suku Tengger yang menjadi korban erupsi Gunung Bromo.
Bantuan yang diberikan oleh Mensos ke warga Suku Tengger tersebut, yaitu berupa 500 paket sembako dan kardus susu. Bantuan itu dibagikan kepada warga Suku Tengger kurang mampu di 6 desa terdampak abu vulkanik Gunung Bromo, di Kecamatan Sukapura, Kabupaten Probolinggo.
“Bantuan ini kami bagikan kepada mereka yang terdampak langsung abu vulkanik, yang mulai mengguyur kawasan di sekitar Gunung Bromo,” kata Mensos, Khofifah Indar Parawansa kepada sejumlah wartawan, Jumat (25/12/2015).
Selain memberikan bantuan Sembako, sebanyak 150 paket tas dan alat tulis diberikan kepada siswa-siswi kurang mampu di kawasan lereng gunung yang dikenal keeksotisannya tersebut. Sebab, meski terdampak abu vulkanik Gunung Bromo, para siswa yang tinggal di wilayah setempat harus tetap sekolah.
“Dengan kondisi perekonomian seperti ini, orang tua siswa-siswi ini pastinya mengalami penurunan pendapatan. Nah, bertepatan dengan semester baru Januari mendatang, sekiranya bantuan yang tak seberapa ini bisa bermanfaat untuk mereka di semester baru nanti,” ujar Mensos Khofifah.
Menurut Mensos Khofifah, penyaluran bantuan kemanusiaan Kemensos untuk korban erupsi Gunung Bromo akan terus berlanjut. Jika pemerintah kabupaten setempat, melaporkan erupsi Gunung Bromo sebagai darurat bencana alam selama 14 hari.
“Penyaluran bantuan kemanusiaan ini akan terus berlanjut. Apabila Pemerintah Kabupaten Probolinggo, terus melaporkan dampak erupsi Gunung Bromo kepada kami,” pungkasnya. (ula/gus).