Probolinggo (Kabarpas.com) – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Probolinggo, saat ini mulai gencar memaksimalkan gerakan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN). Itu menyusul dengan semakin bertambahnya penderita Demam Berdarah Dengue (DBD) di wilayah kabupaten setempat.
“Untuk memberantas penyebaran DBD di wilayah Kabupaten Probolinggo. Saat ini kami telah menggencarkan gerakan PSN, dengan melibatkan semua lintas sektor dan kader Juru Pemantau Jentik (Jumantik),” ujar Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Probolinggo, dr Shodiq Tjahjono melalui Kasi Pengendalian Penyakit Wiwik Yuliati. Senin, (01/02/2016).
menurutnya, upaya yang dilakukan pihaknya tersebut merupakan salah satu cara untuk memutus mata rantai perkembangbiakan nyamuk Aedes Aegypti. Sebab upaya ini sudah terbukti paling efektif dan murah. “Tetapi jika memenuhi prosedur kami juga akan melakukan fogging. Namun, kami lebih mengedepankan PSN,” imbuhnya.
Dijelaskan, upaya lain yang ditempuh pihak Dinkes dalam melakukan pemberantasan DBD tersebut, ialah dengan mensosialisasikan satu rumah satu jumantik. Sehingga tidak hanya kader jumantik saja yang melakukan PSN, tetapi juga salah satu anggota keluarga dalam satu rumah juga bertugas memantau jentik nyamuk.
“Saat ini di Kabupaten Probolinggo sudah terdapat 1.958 kader Jumantik. Masing-masing kader memantau 20 rumah. Tentunya hal ini tidak maksimal, untuk itu di setiap rumah harus ada satu Jumantik,” terangnya.
Selain itu, Wiwik berharap agar masyarakat turut berperan serta dalam melakukan gerakan PSN. Hal itu dilakukan supaya kasus DBD di wilayah Kabupaten Probolinggo tidak lagi meningkat.
“Masyarakat harus ikut menggencarkan gerakan PSN ini. Sebab selama ini masyarakat hanya mengandalkan petugas kesehatan. Padahal masyarakat juga memiliki peran untuk ikut mencegah DBD melalui gerakan PSN,” pungkasnya. (dzi/tin).



















