Reporter : Moch Wildanov
Editor : Agus Hariyanto
Probolinggo, Kabarpas.com – Pasien bernama Tuhfa, (46), warga Pakuniran, blok Bayur, Kecamatan Pakuniran, Kabupaten Probolinggo, hanya tergolek lemas, di ruang Asoka, RSUD Waluyo Jati Kraksaan.
Kondisinya lemas pasca operasi benjolan di usus besar, memaksa pasien inu hanya tergolek lemas dengan kondisi ususnya masih terbuai keluar.
Diduga ia tidak ada perhatian dan dibiarkan dari pihak Tim medis RSUD setempat, sehingga membuat seorang tokoh masyarakat Pakuniran merasa prihatin dengan kondisi tersebut.
Kepada wartawan kabarpas.com biro Probolinggo, Muhammad Firdaus menuturkan, dirinya mendapat curhatan dari kerabat pasien tersebut.
“Kondisinya ususnya masih keluar dan sepertinya dibiarkan dan tidak ada tindakan. Kalau memang itu benar ayolah rumah sakit segera bertindak sesuai prosedur,” ungkapnya.
Sementara itu, Sugiyanto, Humas RSUD Waluyo Jati membantah kalau itu pembiaran. Tim medis rumah sakit setempat sudah melaksanakan tugasnya sesuai prosedur yang ada.
“Itu bukan dibiarkan ususnya keluar, sebab operasi tersebut memang ada tahapan-tahapanya. Sejak awal pasien direkomendasikan untuk dirawat di Rumah sakit yang peralatannya lebih tinggi. Karena sesuatu hal akhirnya dilakukan perawatan di Rumah sakit ini,” ungkapnya.
Dan setelah itu, lanjut Sugiyanto. Kondisi tubuh si pasien kurang bagus sehingga berpengaruh pada proses perawatan.
“Dan itu colostomy, jenis operasi untuk membuat jalan saja, masih ada tahapan lain sesuai analisa medis.
Dan kini akhirnya pasien semalam sudah dirujuk ke RS di Jember,” tutupnya. (wil/gus).



















