Menu

Mode Gelap
Wujudkan Mimpi Pebasket Muda Jatim, MPM Honda Jatim Gelar Honda DBL 2023 East Java Series Dukungan Mas Dion Maju Cabup Pasuruan 2024 Kian Masif

Kabar Malang ยท 1 Des 2019

Bedah Pemikiran Soekarno untuk Hadapi Perkembangan Jaman


Bedah Pemikiran Soekarno untuk Hadapi Perkembangan Jaman Perbesar

Reporter : RevinaEditor : Memey MegaMalang, Kabarpas.com – Tak bisa dipungkiri, hingga saat ini, fondasi yang dibangun untuk Indonesia adalah hasil karya pria kelahiran Blitar Jawa Timur yakni Presiden pertama Indonesia, Soekarno. Oleh kareba itu, mempelajari pola pikir Soekarno, termasuk sebagai upaya agar generasi bangsa bisa kompatibel dengan perkembangan jaman.”Jadi dengan membedah pemikiran Soekarno, kita tidak sekadar sarasehan sejarah. Lebih dari itu, kita mempelajari bagaimana sang presiden pertama itu, bisa menjadi sosok yang paling berpengaruh. Agar kompatibel dengan jaman, anda harus mengetahui bagaimana Soekarno. Karena banyak kejadian saat ini, adalah skenario yang disusun di masa lalu,” ujar Rektor IKIP Budi Utomo, Dr H Nurcholis Sunuyeko, saat membuka acara Sarasehan sejarah bersama mahasiswa dengan tema ‘Membedah Pemikiran Soekarno’ di Kampus IKIP Budi Utomo Malang, Sabtu (31/11).Kenapa harus Soekarno? Menurut Nurcholis, Bung Karno sapaan sang proklamator tidak sekadar tokoh nasional, tapi sudah melegenda hingga mancanegara. Kemampuannya menguasai sembilan bahasa, memungkinkan Bung Karno, berinteraksi dengan dunia internasional. Di tengah keterbatasan Indonesia saat itu, wajar jika pola pikir Soekarno, berpengaruh pada presiden-presiden selanjutnya. Termasuk Soeharto, yang menjadi presiden penggantinya.”Dua presiden berpengaruh di Indonesia, Soekarno dan Soeharto. Keduanya peletak fondasi bangsa ini. Terlepas dari sisi negatif yang mengiringi,” lanjut Nurcholis.Meski demikian, Rektor meminta agar saat mempelajari pola pikir Soekarno, harus tetap mengedepankan pemikiran akademisi. Bukan hanya didasari cinta semata. Yang justru bisa menutup netralitas dan keilmuan.”Soekarno hanya sekali lahir dan tak tergantikan. Tapi pemikir-pemikir lain, dengan warna Soekarno, akan terus lahir,” demikian Rektor.Selain Nucholis, yang ikut memberikan paparan sejarah dalam sarasehan tersebut, adalah Dr Ibnu Mujib. Diharapkan setelah Soekarno, sarasehan akan berlanjut dengan membedah tokoh-tokoh pahlawan lainnya. (Rev/Mey)
Artikel ini telah dibaca 57 kali

Baca Lainnya

Reuni PPMI 2025 : Ketika Pers Mahasiswa Menulis Ulang Sejarahnya di Kota Malang

19 Oktober 2025 - 17:46

Super Kids Probolinggo Buktikan Ketangguhan, Sabet Juara 3 di Liga Malang Junior League 2025

25 Agustus 2025 - 08:51

Cuaca Ekstrem Masih Berlanjut, DPRD Minta Pemkot Blitar Gencarkan Sosialisasi Antisipasi Kasus DB

22 Januari 2025 - 16:44

Cari Aman Berkendara Motor di Dataran Tinggi Kota Batu

17 Januari 2025 - 09:13

Mahasiswa UB Gelar MW CARE 2024 Bersama PMI Kota Malang

1 November 2024 - 12:03

Pengajian Eksekutif Malang Raya Luncurkan Strategi Kembangkan Potensi Zakat di Jatim

12 Februari 2024 - 11:26

Trending di Kabar Malang