Pasuruan, Kabarpas.com – Sejumlah orang yang tergabung dalam Aktivis Pendidikan Kota Pasuruan menggelar diskusi panel yang berfokus pada isu-isu krusial dalam dunia pendidikan, khususnya penurunan jumlah pendaftar di sekolah swasta.
Acara yang berlangsung di Palm Resto ini dihadiri oleh sejumlah narasumber, di antaranya H. Muzammil Syafi’i, Subari, dan Ahmad Mudhofir Tri Wahyudi, yang masing-masing menyampaikan pandangan dan solusi mereka.
Dalam diskusi yang dimoderatori oleh Marzuki tersebut, H. Muzammil Syafi’i memaparkan kriteria yang dapat digunakan untuk mengukur kualitas sekolah. Ia menyebutkan beberapa indikator penting, seperti akreditasi sekolah, kualitas guru, dan fasilitas yang memadai.
“Dengan membandingkan indikator-indikator tersebut, diharapkan sekolah dapat melihat celah untuk berbenah dan terus beradaptasi dengan era modernisasi,” paparnya.
Sementara Subari menyoroti beberapa faktor utama yang disinyalir menjadi penyebab turunnya minat siswa untuk mendaftar di sekolah swasta. Menurutnya, keberadaan sekolah negeri gratis, kebijakan pemerintah yang kerap berubah, serta masalah kualitas dan biaya pendidikan menjadi alasan dominan.
“Sekolah swasta perlu lebih kreatif dan inovatif agar dapat bersaing,” ujar Subari.
Menanggapi hal tersebut, Ahmad Mudhofir Tri Wahyudi menawarkan strategi konkret untuk meningkatkan kualitas pendidikan di sekolah swasta. Ia menekankan pentingnya meningkatkan kompetensi guru, mengembangkan kurikulum yang relevan.
“Dan juga memperbarui fasilitas sekolah agar mampu menarik minat calon siswa,” terangnya.
Diskusi ini diharapkan menjadi langkah awal untuk menemukan solusi atas berbagai tantangan yang dihadapi sekolah swasta di Kota Pasuruan. Ke depannya, FKPPKP berencana untuk melanjutkan diskusi serupa setiap bulan, dengan lokasi yang berpindah-pindah di sekolah-sekolah yang bersedia menjadi tuan rumah. (bar/ian).

















