Probolinggo, kabarpas.com – Desa Ngadisari, Kecamatan Sukapura, Kabupaten Probolinggo, merupakan desa pertama yang tuntas pelaksanaan vaksinasi. Untuk saat ini sudah 90 persen masyarakat desa ini sudah tervaksin tahap 2. Dan dipastikan Sabtu mendatang sudah 100 persen warga Ngadisari sudah selesai divaksin.
Bupati Probolinggo Puput Tantriana Sari, saat meninjau pelaksanaan vaksin, menyampaikan bahwa luarbiasanya Desa Ngadisari ini, masyarakatnya disupport oleh Pemerintah Desa dalam pelaksanaan program vaksinasi.
“Hari ini telah tervaksin dosis 2 sebanyak 90% dari total warga Desa Ngadisari yang boleh divaksin 1.100 orang. InsyaAllah di hari Sabtu besok akan disempurnakan sebanyak 191 orang, sisanya untuk dilakukan vaksinasi sehingga di Sabtu besok 100% capaian vaksinasi bagi warga masyarakat Desa Ngadisari,” ujar Bupati Tantri. Rabu, ( 11/8/2021).
Menurutnya, ini tentunya menjadi inspirasi bagi semuanya, tidak hanya Pemerintah Kabupaten Probolinggo dan Pemerintah Desa Ngadisari, tetapi juga masyarakat secara keseluruhan bahwa memang program vaksinasi ini harus didukung dan diupayakan.
“Semua ini tentunya untuk mengikhtiarkan warga masyarakat sehat wal afiat lahir dan batin, utamanya dalam kondisi pandemi Covid-19,” tegasnya.
Sementara sesepuh masyarakat Tengger Supoyo mengungkapkan, percepatan pelayanan vaksinasi di Desa Ngadisari sudah memasuki dosis 2 dengan capaian 90% dari target yang ditetapkan 70%. Jadi hanya tersisa 191 orang saja yang belum divaksin.
“Mudah-mudahan dari angka itu nanti bisa dinaikkan seiring dengan kesiapan vaksinnya. Karena pada dasarnya warga yang memenuhi syarat sudah siap untuk divaksin. Tidak ada yang takut dan tidak ada yang ragu untuk mendukung percepatan vaksinasi,” ungkapnya.
Supoyo yang juga merupakan anggota DPRD Komisi III ini menerangkan permasalahan dan pemahaman terhadap vaksinasi yang dihadapi semua desa di Kabupaten Probolinggo ini sama. Walaupun Desa Ngadisari ini terkenal dengan orangnya yang patuh, rukun dan guyub terkait vaksinasi permasalahannya sama apabila tidak ada pendekatan dan komunikasi dari penyelenggara pemerintahan dan tokoh masyarakat.
“Intinya bagaimana pendekatan dan komunikasi dari pemerintah desa dan didukung oleh para sesepuh serta tokoh masyarakat secara bergotong royong memberikan pemahaman kepada masyarakat. Ketika itu bisa dilakukan, maka semuanya bisa dilakukan. Hal penting lainnya adalah keteladanan dari para tokoh yang ada di desa,” tutupnya. (wil/tin).



















