Probolinggo, kabarpas.com – Musmiati (50) pemilik toko peracangan asal Desa Brani Kulon, Kecamatan Maron, Kabupaten Probolinggo tewas di tempat kejadian akibat toko peracangan miliknya terbakar. Ibu 3 anak ini nyawanya tidak tertolong karena terjebak api dan tidak bisa keluar.
Informasi yang berhasil dihimpun Kabarpas.com di TKP, kebakaran ini berawal saat korban menanak nasi, sambil menuang bensin ke botol untuk dijual eceran. Sabtu (24/7/2021).
Ketika menuang bensin dari jerigen ke botol, naas saat itu terjadi percikan api dari kompor, dan menyambar bensin. Tak ayal api cepat membesar sehingga membakar korban beserta toko miliknya.
Suami korban Sulam, dan tetangganya mengetahui ada kebakaran langsung berusaha menolongnya. Namun, kesulitan karena api terus membesar.
Kapolsek Maron Iptu Samiran, saat dikonfirmasi membenarkan, dan anggota Polsek Maron sudah mendatangi TKP untuk membantu proses pemadaman.
“Begitu mendapat laporan, Polsek Maron bersama 3 pilar langsung ke TKP membantu warga memadamkan api, setelah api berhasil padam segera menolong korban namun sayang nyawanya tak terselamatkan. Untuk kepentingan penyelidikan kita lakukan olah Tempat Kejadian Perkara terkait musibah ini,” ujar Samiran.
Samiran menambahkan, korban mengalami luka bakar serius dan nyawanya tidak terselamatkan. Hasil olah TKP, penyebab kematian korban adalah kebakaran.
“Keluarga korban menyadari kematiannya murni kecelakaan dan menolak dilakukan otopsi. Setelah membuat pernyataan korban langsung diserahkan ke keluarga duka untuk dilakukan proses pemakaman,” tambahnya.
Di TKP Polisi mengamankan pecahan botol bensin, pecahan Hardplek, dan sisa triplek yang terbakar untuk dijadikan barang bukti. Diimbau kepada masyarakat hendaknya berhati – hati bila beraktifitas, mengingat sekarang lagi musim kemarau dan angin Gending.
“Llebih berhati-hati saat berhubungan dengan benda mudah terbakar, agar kejadian serupa tidak terjadi lagi mengingat sekarang musim kemarau dan angin Gending,” tutupnya. (wil/tin).



















