Probolinggo, kabarpas.com – Kesibukanya menjadi Kepala Daerah di situasi pandemi Covid-19, membuat Wali Kota Probolinggo Habib Hadi Zainal Abidin (42) harus pintar membagi waktu antara pengabdianya untuk masyarakat membangun Kota Probolinggo, dan berkumpul bersama keluarga tercintanya. Pasalnya, korona yang mudah menular, membuat dirinya harus lebih ekstra hati-hati agar tidak terkonfirm Covid-19 yang bisa berimbas pada masyarakat dan keluarga.
Apalagi aktivitas tinggi tidak menutup kemungkinan dirinya bisa terpapar virus ini.
Nah, untuk menjaga agar tetap sehat dan meminimalisir terkonfirmasi Covid-19, Wali Kota Probiolinggo Habib Hadi Zainal Abidin, berbagi tips khusus untuk para pembaca setia Kabarpas.com.
“Pada intinya kita pasrah kepada Sang Khalik dan memohon untuk selalu diberi kesehatan. Terlepas itu semua , instruksi pemerintah tentang protokol kesehatan (prokes) 5M ( selalu memakai masker, mencuci tangan menjaga jarak dan menghindari kerumunan serta membatasi aktivitas yang tidak perlu) harus disiplin kita jalankan. Olahraga rutin untuk menjaga kebugaran serta menambah imun, asupan nutrisi yang berimbang juga harus diperhatikan,” ujarnya.
“Selain pasrah kepada Allah WST, disiplin prokes 5 M,Rutin olah raga, dan menjaga Nutrisi yang bergizi juga harus diperhatikan,” sambung Habib Hadi. Selasa (25/5/2021).
Waspada dan disiplin 5M, lanjut mantan anggota DPR RI ini adalah kunci untuk meminimalisir terpapar Covid-19. Dan menurutnya, tidak dapat dipungkiri tugasnya sebagai kepala daerah yang padat sehingga harus melakukan disiplin diri.
“Disiplin menjaga kebugaran, olahraga, menjalankan 5M adalah cara efektif meminimalisir terkonfirmasi Covid-19. Dan bila ada masyarakat yang merasa sakit, secepatnya memeriksakan diri ke puskesmas atau rumah sakit, agar bisa terdeteksi dan tertangani secara dini,” tambahnya.
Lebih lanjut ia mengatakan bahwa selain hal yang sudah disebutkan sebelumnya, intruksi pemerintah tentang pelaksanaan vaksin Covid-19 juga harus dilaksanakan. Karena vaksin merupakan ikhtiar pemerintah untuk meminimalisir terpapar korona.
Meski masyarakat sudah mendapatkan vaksin Covid-19, diharapkan prokes 5 M tetap harus dilaksanakan.
Pada dasarnya di saat pandemi Covid-19 ini, pemerintah tidak membatasi masyarakat untuk beraktivitas. Namun, karena terlihat abai prokes sehingga pemerintah (Satgas Covid-19 ) memberi imbauan pembatasan yang terkesan melarang aktivitas.
Diakuinya, pandemi Covid-19, memang berdampak ke masyarakat luas , baik dari segi sektor kesehatan, sosial dan ekonomi.
Agar masyarakat tetap bisa bertahan di masa sulit ini, diharapkan bersama-sama bahu membahu pemerintah memerangi Covid-19 ini.
“Masyarakat hanya diharapkan kerja sama mentaati atau menjalankan 5 M, mendapat Vaksin , agar terminimalisir terpapar Covid-19,” imbuhnya.
Dengan peran serta masing-masing yaitu masyarakat mentaati prokes dan anjuran pemerintah serta petugas menjalankan fungsinya . Maka proges penularan Covid-19 di Kota Probilinggo yang sudah menurun bisa dipertahankan.
“Semoga dengan kerjasama yang baik antara masyarakat dan pemerintah Kota Probolinggo untuk melawan corona status zona hijau bisa terus bertahan,” pungkasnya. (wil/gus).



















