Reporter : Moch Wildanov
Editor : Titin Sukmawati
Probolinggo, kabarpas.com – Dinas Perhubungan dan Satlantas Polres Probolinggo Kota menggelar Inspeksi Mendadak (Sidak) ke sejumlah garasi bus di Kota Probolinggo. Pengecekan kondisi dan kelayakan bus ini bertujuan untuk antisipasi kecelakaan bus yang akhir-akhir ini marak di berbagai daerah, dan sekaligus upaya respon cepat kebijakan pemerintah terkait tidak ada larangan mudik jelang labaran.
Kasatlantas Polres Probolinggo Kota , AKP Roni Faslah menjelaskan, untuk saat ini Satlantas Polres Probolinggo Kota dan DInas Perhubungan (DIshub) melakukan pengecekan di Garasi PO AKAZ NR, di kelurahan Triwung, Kecamatan Kademangan, Kota Probolinggo. Dan secara berkala dilakukan pengecekan di Garasi Bus lainya. Pengecekan ini meliputi fungsi kemudi, kondisi bus, dan surat-suratnya.
“Kita cek kondisi bus, termasuk funsgi rem, kemudi, ban, dan kelengkapan surat,” ujar Roni kepada wartawan Kabarpas.com biro Probolinggo. Jumat (19/3/2021).
Tujuan pengecekan ini lanjut Roni, untuk kenyamanan dan keamanan penumpang bus, dan antisipasi kecelakaan yang melibatkan bus di jalan yang saat ini marak terjadi di berbagai daerah. Apalagi ada kebijakan pemerintah tentang tidak ada pembatasan pemudik jelang lebaran.
“Kita pastikan kondisi bus untuk meminimalisir kecelakaan di jalan, dan kesiapn perusahaan otobus jelang lebaran nanti. Karena selama ini bus hanya nongkrong di garasi,“ lanjutnya.
Sementara itu, Koordinator PO Akaz NR , Abdul Rahman, menyambut baik upaya pemerintah tentang tidak ada batasan mudik jelang lebaran nanti. Meski banyak bus yang banyak tidak operasi saat pandemi covid-19, Manageman perusahaan otobus selalu mengecek kondisi busnya.
“Secara rutin bus yang di garasi kita cek , karena kalau tidak akan menambah biaya operasi sebab bus lama tidak dipanasi,“ tambah Rahman.
Diakuinya selama pandemi Covid-19, hanya bus jurusan Cirebon (antar Propinsi yang sedikit bisa menambah pendapatan, sedangkan untuk dalam Provinsi tidak bisa diandalkan. Untuk PO Akas NR Sendiri, dampak dari pandemi ini, ada sekitar 80 karyawan namun , 50 diantaranya sudah dirumahkan, dan dari sebanyak 90 armada bus hanya 10 bus saja yang beroperasi.
“Semoga kebijakan pemerintah tidak ada larangan mudik saat lebaran , bisa ada harapan bagi PO untuk mulai bangkit lagi, “ tutupnya. (Wil/Tin).



















