Menu

Mode Gelap
Wujudkan Mimpi Pebasket Muda Jatim, MPM Honda Jatim Gelar Honda DBL 2023 East Java Series Dukungan Mas Dion Maju Cabup Pasuruan 2024 Kian Masif

Kabar Malang · 6 Apr 2019

Bukan Kampanye, Mantan Aktivis Malang Persembahkan Karya untuk Prabowo Sandi.


Bukan Kampanye, Mantan Aktivis Malang Persembahkan Karya untuk Prabowo Sandi. Perbesar

Reporter: Albar
Editor : Memey Mega

Malang, kabarpas.com – Menyongsong pemilu 2019 semakin ramai dengan berbagai gagasan untuk memenangkan figur politik yang dijagokan. Kali ini persembahan karya ilmiah lahir dari mantan aktivis mahasiswa Malang yang dulu pernah mewarnai gerakan jalanan Kota Malang.

Buku ini lebih mengedepankan aspek akademik bukan kampanye, karena lebih mengulas antar program yang dicanangkan oleh kedua Paslon Presiden Republik Indonesia secara akademik.

Setelah dari Jakarta, buku Prabowo Sandi di Mata Millenial juga hadir untuk dibedah di Kota Malang yang bertempat di kopitalizm caffe pada Kamis 4/4/19

Tiga orang yang menyatukan gagasan mereka antara lain Riyanda Barmawi, Haris Samsuddin dan M. Jusrianto yang masing-masing adalah alumni Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), ke tiga penulis ini juga adalah kader Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Malang dari asal komisaris Ilmu sosial dan Ilmu politik (ISIP UMM)

Karya “Prabowo Sandi di Mata Millenial” menyangkut gagasan besar antar kedua Paslon bukan hanya pada satu Paslon karena ini adalah karya ilmiah yang siap di kritisi dan diberi masukan. Ungkapan Haris Samsuddin (salah satu penulis buku ini)

Riyan yang juga salah satu penulis dan juga aktif jalanan Kota Malang saat masih mahasiswa. Dahulunya aktif Malang ini sering mengkritik Prabowo dijalanan karena menilai Prabowo adalah pelaku korban kekerasan 1998 namun setelah mendalami lewat kajian dan bertemu langsung dengan Prabowo, alhasil Prabowo sebagai korban orde baru.

“Sampai saat ini Prabowo masih menunggu panggilan dari pengadilan internasional untuk bersaksi” lanjutannya hasil pembicaraannya dengan Prabowo

Begitu juga Jusrianto. Sebagai sarjana Hubungan internasional dia memandang bahwa Indonesia harus tetap eksis di dunia internasional terutama pada potensi wilayah ekonomi eksklusif terkhusus pada konfil laut Cina Selatan.

“kerjasama internasional Indonesia seperti China dan Indonesia, yang dirugikan adalah Indonesia hal ini dapat terlihat dari material dan tenaga kerja kebanyakan berasal dari China, Indonesia seharusnya diuntungkan bukan sebaliknya” tutup demisioner ketua umum Komisaris ISIP UMM itu.

Diskusi bedah buku ini dihadiri hampir 100 mahasiswa dan aktif dari berbagai organisasi ekstra dan intra kampus yang menuai pro kontra namun berlandaskan pada data dan mengedepankan nilai-nilai akademik bukan politik. (bar/mey)

Artikel ini telah dibaca 88 kali

Baca Lainnya

Reuni PPMI 2025 : Ketika Pers Mahasiswa Menulis Ulang Sejarahnya di Kota Malang

19 Oktober 2025 - 17:46

Super Kids Probolinggo Buktikan Ketangguhan, Sabet Juara 3 di Liga Malang Junior League 2025

25 Agustus 2025 - 08:51

Cuaca Ekstrem Masih Berlanjut, DPRD Minta Pemkot Blitar Gencarkan Sosialisasi Antisipasi Kasus DB

22 Januari 2025 - 16:44

Cari Aman Berkendara Motor di Dataran Tinggi Kota Batu

17 Januari 2025 - 09:13

Mahasiswa UB Gelar MW CARE 2024 Bersama PMI Kota Malang

1 November 2024 - 12:03

Pengajian Eksekutif Malang Raya Luncurkan Strategi Kembangkan Potensi Zakat di Jatim

12 Februari 2024 - 11:26

Trending di Kabar Malang