Reporter : Sugeng Hariyono
Editor : Titin Sukmawati
Pasuruan, Kabarpas.com – Senangnya bagi para orang tua saat melihat buah hatinya sudah berusia 7 bulan. Sehingga dalam adat jawa biasanya digelar prosesi mudun lemah (turun tanah.red), tradisi seperti ini sudah ada dari nenek moyang dulu hingga sekarang, khususnya bagi yang adat jawa.
Seperti yang dilakukan di salah satu keluarga yang berada di Dusun Semambung, Desa Sumberagung, Kecamatan Grati, Kabupaten Pasuruan. Mereka menggelar tradisi Mudun Lemah untuk anak keduanya, Rafsy Malik Alfafisqy Suwito atau biasa dipanggil (Raja) Putra, yang merupakan anak dari pasangan Danang dan Afitriah.
Prosesi ini sendiri mempunyai makna saat di usia 7 bulan dan dimulai dari bawah yang seperti naik tangga, dimana filosofinya semakin tinggi dan ke atas, itu seakan sama dengan semakin tingginya kehidupan harus ditata dengan baik mulai kecil, dan ada lagi makna seperti masukkan dalam kurungan.,
Nah, dalam kurungan tersebut diletakkan berbagai benda-benda agar bisa dipilih dan diambil. Hal tersebut biasanya melambangkan cita-cita sang bayi di saat sudah dewasa nanti.
Saat ditemui kabarpas.com, Ki Bagong Sabdo Sinukarto, yang merupakan Ketua Dewan Kesenian dan Kebudayaan Kabupaten Pasuruan mengatakan, budaya jawa ini harus tetap dilestarikan sampai seterusnya.
“Ini adalah tradisi yang sudah turun temurun sejak dulu dan prosesi ini melambangkan bermacam simbul-simbul yang diwujudkan dan mempunyai makna atau arti dalam kehidupan yang akan dijalani oleh sang anak,” pungkasnya. (yon/tin).

















