Pasuruan, Kabarpas.com – Pesona kemolekan Gunung Bromo mulai menyedot perhatian pelancong pada H+3 Lebaran 1447 H. Meski volume kendaraan menuju kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) lewat pintu masuk Tosari terpantau masih landai, jajaran Polres Pasuruan tetap memasang kuda-kuda siaga penuh untuk mengantisipasi lonjakan wisatawan, Selasa (24/3/2026).
Sejak pagi, apel kesiapsiagaan digelar di Pos Pengamanan (Pos Pam) Tosari. Sebanyak 13 personel gabungan dari unsur Polri, TNI, Satpol PP, hingga tenaga kesehatan disiagakan di jalur yang dikenal dengan tanjakan curam dan kelokan tajam tersebut. Penjagaan ini menjadi krusial mengingat jalur Tosari merupakan salah satu akses utama bagi wisatawan asal Surabaya dan sekitarnya.
Kepala Pos Pam Tosari, IPTU Bambang Sugeng Hariyadi, mengonfirmasi bahwa hingga H+3, situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) di wilayah lereng Bromo tersebut masih sangat kondusif. Arus lalu lintas (lalin) pun dilaporkan lancar tanpa ada simpul kemacetan yang berarti.
“Hasil pantauan anggota di lapangan, kamseltibcarlantas pasca-Lebaran ini masih dalam kategori landai dan lancar. Namun, kami mulai mencatat adanya pergerakan peningkatan jumlah pengunjung yang masuk ke wilayah TNBTS,” ujar IPTU Bambang di sela-sela pemantauan.
Meski arus lalin masih bersahabat, IPTU Bambang menegaskan bahwa seluruh personel dilarang lengah. Pasalnya, karakteristik wisata Bromo seringkali mengalami lonjakan mendadak pada dini hari saat wisatawan mengejar momen matahari terbit (sunrise), serta pada puncak liburan H+4 dan H+5.
“Kami selalu siap memberikan pengamanan dan pelayanan 24 jam kepada masyarakat selama Operasi Ketupat Semeru 2026 ini berlangsung. Keselamatan wisatawan di jalur ekstrem ini menjadi prioritas utama kami,” tegasnya.
Hingga berita ini ditulis, belum ada laporan kejadian menonjol maupun gangguan kamtibmas di wilayah Tosari. Petugas mengimbau para pengendara, terutama pengguna kendaraan pribadi, untuk ekstra waspada terhadap kondisi pengereman mengingat medan Tosari didominasi turunan panjang yang rawan mengakibatkan rem blong.
Pihak kepolisian memprediksi kepadatan akan mencapai puncaknya pada pertengahan pekan ini seiring dengan berakhirnya masa libur bersama. Pengawasan di titik-titik rawan longsor dan tikungan tajam pun terus diperketat guna menjamin kenyamanan para pelancong. (dis/ian).

















