Kamis, 12 Maret 2026 – 17.07 | 550 kali dilihat
Jember, Kabarpas.com – Pemkab Jember bersama jajaran TNI dan Polri resmi memulai pengamanan perayaan Idul Fitri melalui Apel Gelar Pasukan Operasi Kepolisian Terpusat “Ketupat Semeru 2026” yang digelar di Alun-Alun Jember, Kamis (12/3/2026). Operasi tersebut mengusung tagline “Mudik Aman, Keluarga Bahagia” sebagai komitmen menjaga keamanan dan kelancaran aktivitas masyarakat selama musim mudik.
Bupati Jember Muhammad Fawait yang memimpin apel menyatakan kesiapan pemerintah daerah bersama aparat keamanan dalam menghadapi arus mudik dan berbagai aktivitas masyarakat menjelang Lebaran.
Menurut Fawait, pengalaman penanganan sejumlah persoalan sebelumnya, termasuk kelangkaan bahan bakar, menjadi pelajaran penting untuk memperkuat koordinasi antar instansi.
“Alhamdulillah kolaborasi antara Pemkab, TNI, dan Polri berhasil mengatasi panic buying di masyarakat sehingga kondisi distribusi BBM kembali normal,” katanya.
Ia memastikan ketersediaan energi di Kabupaten Jember dalam kondisi aman. Stok bahan bakar minyak (BBM) disebut mencukupi hingga setelah perayaan Lebaran, demikian pula dengan gas LPG yang kuotanya telah ditambah melalui koordinasi dengan pihak terkait.
“Stok BBM aman sampai Lebaran, bahkan hingga setelah Lebaran tahun depan. LPG juga aman karena kuotanya sudah ditambah,” ujarnya.
Selain memastikan stabilitas energi, pemerintah daerah juga mempersiapkan pengamanan di berbagai sektor, termasuk sektor pariwisata yang diperkirakan mengalami peningkatan kunjungan selama libur Lebaran.
Fawait menyebut lonjakan wisatawan telah diperhitungkan, terutama setelah penggabungan pengelolaan kawasan wisata Pantai Papuma dan Watu Ulo yang dinilai semakin menarik minat pengunjung.
“Besok malam kami akan menggelar rapat khusus untuk mempersiapkan pengamanan dan pengelolaan di titik-titik wisata,” katanya.
Sementara itu, Kapolres Jember AKBP Bobby A. Condroputro menyampaikan Operasi Ketupat Semeru akan berlangsung selama 13 hari ke depan dengan melibatkan ratusan personel gabungan dari berbagai instansi.
Menurut Bobby, pengamanan tidak hanya difokuskan pada kelancaran lalu lintas, tetapi juga pada stabilitas kebutuhan pokok masyarakat serta keamanan di lokasi-lokasi wisata.
“Kami dari kepolisian bersama TNI dan stakeholder terkait seperti Satpol PP, Dishub, dan Basarnas akan berkolaborasi mengamankan wilayah Jember agar masyarakat dapat merayakan Lebaran dengan aman,” ujarnya.
Ia menjelaskan, total personel yang dikerahkan mencapai 522 orang. Dari jumlah tersebut, sebanyak 250 personel berasal dari kepolisian, sementara sisanya merupakan personel gabungan dari berbagai instansi pendukung.
Petugas akan ditempatkan di sejumlah pos pengamanan dan titik strategis, termasuk jalur utama lalu lintas dan kawasan wisata yang diperkirakan ramai dikunjungi masyarakat selama libur Lebaran.
Selain itu, kepolisian juga mengantisipasi potensi kemacetan di beberapa titik rawan di wilayah Jember. Lokasi yang menjadi perhatian antara lain Simpang Empat Mangli sebagai pintu masuk dan keluar kota, Jalan Ahmad Yani, Jalan Trunojoyo, serta kawasan sekitar Kampus Universitas Jember yang sering dipadati masyarakat saat sore hari. (dan/ian).

















