Kamis, 12 Maret 2026 – 16.52 | 634 kali dilihat
Jember, Kabarpas.com – Menjelang musim mudik Lebaran, aktivitas di Terminal Tawang Alun Jember mulai meningkat. Di tengah lalu lalang bus yang datang dan berangkat, petugas Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Jember terlihat memeriksa satu per satu armada yang akan mengangkut penumpang. Kamis (12/3/2026) pagi itu, sejumlah bus diminta berhenti untuk menjalani pemeriksaan kelayakan kendaraan atau ramp check.
Pemeriksaan dilakukan untuk memastikan kendaraan yang membawa pemudik berada dalam kondisi layak jalan. Petugas memeriksa berbagai bagian bus, mulai dari kondisi ban, sistem pengereman, hingga kelengkapan keselamatan di dalam kendaraan.
Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Jember, Gatot Triyono mengatakan pemeriksaan tersebut merupakan langkah pencegahan agar risiko kecelakaan selama arus mudik dapat ditekan.
“Kami tidak mau berkompromi dengan keselamatan. Setiap armada wajib melewati pemeriksaan, mulai dari sistem rem, kondisi ban, lampu kendaraan, hingga alat pemecah kaca di dalam bus,” kata Gatot saat memantau proses pemeriksaan di Terminal Tawang Alun.
Menurutnya, pemeriksaan dilakukan secara menyeluruh dengan tiga fokus utama. Pertama adalah unsur administrasi seperti kelengkapan STNK kendaraan, BLU-e atau bukti lulus uji elektronik, serta surat izin mengemudi pengemudi.
Kedua adalah pemeriksaan teknis utama yang berkaitan langsung dengan keselamatan berkendara. Petugas mengecek fungsi rem, sistem kemudi, serta kondisi ban untuk memastikan tidak dalam kondisi aus atau gundul.
Sementara itu, unsur teknis penunjang juga turut diperiksa, seperti fungsi lampu kendaraan, wiper, hingga sabuk pengaman pengemudi.
Jika ditemukan kerusakan ringan, operator bus diminta segera melakukan perbaikan sebelum kendaraan kembali beroperasi. Namun untuk kerusakan yang dinilai membahayakan, bus tidak diperbolehkan mengangkut penumpang.
“Kalau ada kendala teknis yang cukup serius, kami minta operator mengganti armada dengan unit yang lebih layak. Prinsipnya, hanya bus dengan kondisi prima yang boleh membawa pemudik,” ujar Gatot.
Selain kondisi kendaraan, Dishub juga mengingatkan faktor manusia yang tak kalah penting dalam keselamatan perjalanan. Para sopir diimbau menjaga kondisi fisik dan menghindari kelelahan saat bertugas.
Menurut Gatot, perjalanan jarak jauh selama musim mudik membutuhkan konsentrasi tinggi. Karena itu, pengemudi diminta beristirahat cukup sebelum mengemudikan kendaraan.
Dengan pemeriksaan tersebut, Dishub berharap perjalanan masyarakat yang pulang ke kampung halaman dapat berlangsung lebih aman selama periode mudik Lebaran tahun ini. (dan/ian).

















