Selasa, 10 Maret 2026 – 10.10 | 729 kali dilihat
Jember, Kabarpas.com – Deretan anak yatim duduk rapi di halaman Kantor Kecamatan Kalisat, Senin siang, 9 Maret 2026. Sebagian mengenakan kopiah hitam dan sarung, menunggu kedatangan Bupati Jember Muhamad Fawait.
Suasana sederhana itu menjadi awal kegiatan santunan bagi anak yatim yang digelar di kecamatan tersebut.
Setelah menyapa warga dan anak-anak yang sudah menunggu, bupati yang akrab disapa Gus Fawait itu menyampaikan pesan yang lebih luas kepada masyarakat yakni pentingnya menjaga generasi muda dari bahaya narkoba.
Kecamatan Kalisat belakangan menjadi salah satu wilayah yang disorot karena tingginya peredaran obat-obatan terlarang. Kondisi itu, menurut Fawait, harus disikapi bersama oleh seluruh elemen masyarakat.
Ia menegaskan bahwa penanganan narkoba tidak bisa hanya diserahkan kepada aparat penegak hukum. Pemerintah daerah, lembaga pendidikan, tokoh agama, hingga masyarakat memiliki peran penting dalam pencegahan.
“Satgas sekuat apa pun atau aparat keamanan sekalipun tidak akan bisa bekerja optimal jika tidak dibarengi dengan kesadaran masyarakat. Kita harus bergerak bersama,” kata Fawait.
Dalam kesempatan tersebut, ia menekankan bahwa Pemerintah Kabupaten Jember memilih memperkuat pendekatan pencegahan, terutama melalui pendidikan dan kegiatan keagamaan.
Menurut dia, nilai-nilai moral dan spiritual menjadi benteng penting bagi generasi muda agar tidak mudah terjerumus pada penyalahgunaan narkoba.
Karena itu, Pemkab Jember terus mendukung berbagai kegiatan keagamaan di masyarakat. Salah satu bentuknya adalah pemberian insentif kepada para guru ngaji, baik dari kalangan Muslim maupun non-Muslim.
Fawait menilai para pemuka agama memiliki peran strategis dalam mengingatkan masyarakat tentang bahaya narkoba sekaligus membangun kesadaran moral di tingkat akar rumput.
Selain itu, ia juga mendorong sekolah-sekolah untuk lebih aktif menanamkan pendidikan karakter kepada para siswa.
Menurut Fawait, anak-anak yang tumbuh dalam lingkungan pendidikan yang baik, baik itu di sekolah, pesantren, maupun perguruan tinggi akan memiliki daya tahan yang lebih kuat terhadap pengaruh narkoba.
Ia juga mengingatkan bahwa peredaran narkoba akan terus terjadi selama permintaan masih ada di masyarakat. Karena itu, upaya edukasi menjadi bagian penting untuk memutus rantai tersebut.
Di tengah kegiatan santunan yang berlangsung hangat itu, pesan tentang bahaya narkoba pun mengalir bersama harapan agar generasi muda Jember dapat tumbuh dalam lingkungan yang lebih sehat dan terlindungi dari pengaruh obat-obatan terlarang. (dan/ian).

















