Pasuruan, Kabarpas.com – Sinergi penanganan kemiskinan di Kabupaten Pasuruan mendapat suntikan energi baru. Terutama setelah Bupati Pasuruan Rusdi Sutejo menemui Menteri Sosial (Mensos) Saifullah Yusuf atau Gus Ipul, Kamis (5/3/2026).
Pertemuan tersebut menjadi ajang strategis untuk membedah tiga program prioritas kepresidenan. Yakni Pemutakhiran Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN), Sekolah Rakyat, dan optimalisasi bantuan sosial (bansos).
Gus Ipul menegaskan bahwa penyakit utama dalam penanggulangan kemiskinan selama ini adalah karut-marutnya data. Menurutnya, pemerintah sering kali gagal menjangkau warga yang paling membutuhkan karena mereka tidak masuk dalam radar pencatatan.
“Banyak orang yang sebenarnya sedang kesakitan, tapi kita tidak tahu karena tidak masuk dalam data. Ada santri kesulitan biaya operasional, ada anak belum sekolah. Bagaimana pemerintah mau menjangkau kalau datanya tidak ada?” ujar Gus Ipul.
Mantan Wakil Gubernur Jatim itu menekankan pentingnya DTSEN sebagai rujukan tunggal. Ia tak ingin lagi ada ego sektoral di mana setiap daerah memiliki data sendiri-sendiri. “Sekarang kita menuju data tunggal, tapi harus terus dimutakhirkan secara dinamis melalui SIKS-NG atau aplikasi Cek Bansos,” imbuhnya.
Selain data, Gus Ipul memaparkan konsep Sekolah Rakyat sebagai strategi memutus rantai kemiskinan. Program ini bukan sekadar lembaga pendidikan, melainkan paket komplit pengentasan kemiskinan.
Gayung bersambut, Bupati Pasuruan Rusdi Sutejo menyatakan kesiapannya menyinkronkan kebijakan pusat di daerah. Rusdi mengungkapkan bahwa Pemkab Pasuruan saat ini tengah memperkuat infrastruktur data guna memastikan akurasi sasaran bantuan.
“Kami sudah membangun Command Center untuk menyinkronkan data sosial. Lewat sistem ini, kita bisa tahu siapa yang benar-benar berhak dan siapa yang tidak tepat sasaran,” jelas Rusdi. (dis/ian).

















