Menu

Mode Gelap
Wujudkan Mimpi Pebasket Muda Jatim, MPM Honda Jatim Gelar Honda DBL 2023 East Java Series Dukungan Mas Dion Maju Cabup Pasuruan 2024 Kian Masif

Berita Pasuruan · 25 Feb 2026

Identitas Tengger Makin Paten, Kaweng dan Udeng Bromo Resmi Jadi WBTB Nasional


Identitas Tengger Makin Paten, Kaweng dan Udeng Bromo Resmi Jadi WBTB Nasional Perbesar

Pasuruan, Kabarpas.com – Khazanah budaya asli Kabupaten Pasuruan kian diakui di level nasional. Dua elemen penting dari busana masyarakat Suku Tengger, yakni Kaweng dan Udeng Bromo (Udeng Tengger), kini resmi menyandang status sebagai Warisan Budaya Tak Benda (WBTB) Indonesia. Sertifikat pengakuan dari pemerintah pusat tersebut diserahkan langsung oleh Gubernur Jawa Timur kepada Pemerintah Kabupaten Pasuruan pada Februari 2026 ini.

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kabupaten Pasuruan, Agus Hari Wibawa, menyatakan bahwa penetapan ini bukan sekadar urusan administratif, melainkan penegasan posisi Kaweng dan Udeng Bromo sebagai simbol identitas serta kehormatan masyarakat lereng Bromo.

“Penetapan WBTB ini bertujuan memastikan budaya lokal tetap lestari di tengah pesatnya perkembangan pariwisata di kawasan Bromo Tengger Semeru,” ujar Agus, Rabu (25/2).

Menurut Agus, pengakuan negara ini menjadi mandat penting bagi masyarakat dan pemerintah untuk terus menjaga, mempraktikkan, dan mewariskan nilai-nilai tradisi tersebut kepada generasi mendatang. Ia meyakini bahwa budaya yang terjaga tidak hanya memperkuat identitas, tetapi juga mampu memberikan dampak ekonomi yang nyata bagi warga setempat.

“Warisan budaya harus terus tumbuh dan memberi manfaat. Budaya menjadi kekuatan pembangunan daerah, khususnya di Kabupaten Pasuruan,” tegasnya.

Dalam seremoni tersebut, Pemerintah Provinsi Jawa Timur menyerahkan total 46 sertifikat WBTB Indonesia tahun 2025 kepada berbagai kabupaten/kota. Selain Kaweng dan Udeng Bromo, sejumlah karya budaya tersohor lain dari Jatim turut menerima pengakuan serupa. Di antaranya Batik Ghentongan (Bangkalan), Angklung Banyuwangi, Sego Boran (Lamongan), hingga kuliner ikonik Lontong Balap (Kota Surabaya).

Penetapan ini diharapkan menjadi tameng bagi budaya Suku Tengger dalam menghadapi arus modernisasi dan pariwisata masif di kawasan Bromo. Dengan status WBTB, Kaweng dan Udeng Bromo kini memiliki payung hukum pelestarian yang lebih kuat sekaligus menjadi magnet baru bagi pengembangan ekonomi kreatif berbasis tradisi di Kabupaten Pasuruan. (dis/ian).

Artikel ini telah dibaca 74 kali

Baca Lainnya

Harlah PMII ke-66: PB IKA PMII Gelar Konsolidasi Kebangsaan dan Halalbihalal di Jakarta

18 April 2026 - 10:14

Family Parenting PKK Rejotangan Tulungagung Gelar Kegiatan Edukasi Keluarga Harmonis

18 April 2026 - 10:11

Banyak Manfaat, DPRD Kota Probolinggo Dorong joging Track 

17 April 2026 - 21:04

MPM Honda Jatim Perkuat Kesiapsiagaan Karyawan Lewat Pelatihan Emergency Response Team di Malang dan Surabaya

17 April 2026 - 12:16

Jember Gaspol Latih Atlet, Siap Sambut Marching Band Asia 2027

17 April 2026 - 11:57

Nenek Penjual Cilok di Pasuruan Naik Haji Setelah Menabung 50 Tahun

17 April 2026 - 07:36

Trending di Berita Pasuruan