Menu

Mode Gelap
Wujudkan Mimpi Pebasket Muda Jatim, MPM Honda Jatim Gelar Honda DBL 2023 East Java Series Dukungan Mas Dion Maju Cabup Pasuruan 2024 Kian Masif

KABAR NUSANTARA · 12 Feb 2026

Tak Tunggu Pasien Datang, RSD Soebandi Datangi Kecamatan Tangani Stunting 


Tak Tunggu Pasien Datang, RSD Soebandi Datangi Kecamatan Tangani Stunting  Perbesar

Jember, Kabarpas.com – RSD dr Soebandi mengambil langkah berbeda dalam memerangi stunting di Kabupaten Jember. Tidak lagi menunggu pasien datang ke rumah sakit, tim tenaga kesehatan justru turun langsung ke kecamatan untuk memberikan intervensi kepada balita terdampak.

Program bakti sosial ini telah berjalan selama 1,5 bulan dan menyasar dua kecamatan, yakni Jombang dan Tanggul. Di Jombang, jumlah balita yang masuk pendataan sekitar 200 anak, sementara di Tanggul diperkirakan mencapai 300 anak. Meski begitu, angka tersebut bersifat dinamis karena tidak semua balita bisa langsung dijangkau.

Direktur RSD dr Soebandi, dr I Nyoman Semita menjelaskan, langkah turun langsung ke lapangan diambil karena berbagai kendala yang dihadapi masyarakat. Selama ini, orang tua harus datang ke rumah sakit dengan membawa pendamping. Proses antre yang panjang hingga sore hari membuat bayi menangis kelaparan, sementara orang tua dan pengantar juga kelelahan. Belum lagi biaya transportasi dan kebutuhan lain yang cukup besar.

“Kami prihatin. Kalau balita harus ke rumah sakit, ibunya harus ikut, harus ada pendamping. Antre sampai sore. Bayinya menangis karena lapar, ibunya juga lapar, pengantarnya juga. Biayanya pun tidak sedikit. Karena itu kami membuat terobosan, rumah sakit yang datang ke kecamatan,” ujarnya.

Program ini telah berjalan selama 1,5 bulan dan menyasar dua kecamatan, yakni Jombang dan Tanggul. Di Jombang, jumlah balita yang terdata sekitar 200 anak, sementara di Tanggul sekitar 300 anak. Namun angka tersebut bersifat dinamis karena tidak semua balita mudah dijangkau.

Dalam intervensi tersebut, setiap balita mendapatkan 24 kotak susu selama tiga bulan. Total sasaran di dua kecamatan diperkirakan mencapai sekitar 500 balita.

dr. Nyoman mengakui bahwa istilah “stunting” kerap menjadi stigma di masyarakat. Tidak sedikit orang tua yang enggan anaknya disebut stunting. Karena itu, pendekatan dilakukan secara persuasif dengan melibatkan berbagai unsur.

“Kami bekerja sama dengan bidan, kader, RT, RW, bahkan Babinsa. Tujuannya untuk mendorong mereka datang dan memastikan intervensi berjalan. Memberi susu itu mudah, tapi memastikan susu itu diminum yang perlu pendampingan,” tegasnya.

Program ini juga diintegrasikan dengan pendataan kasus TBC. Tim turut melakukan kuesioner untuk mengkaji keterkaitan antara gizi rendah dan tingginya kasus TBC di Jember. Hasil kajian tersebut rencananya akan disusun dalam bentuk penelitian ilmiah dan dipublikasikan sebagai bahan rekomendasi kebijakan berbasis data.

“Kami ingin memberikan solusi berbasis data. Sekaligus melakukan kajian ilmiah yang nanti bisa dimasukkan ke jurnal. Ini bisa menjadi bahan bagi pimpinan daerah dalam mengambil kebijakan,” jelasnya.

Hasil evaluasi satu bulan pertama menunjukkan perkembangan positif. Rata-rata berat badan anak meningkat sekitar satu kilogram, sedangkan tinggi badan bertambah 1,5 hingga 2 sentimeter.

“Saya optimistis dalam tiga bulan hasilnya akan lebih baik. Target kami 80 persen anak yang kami intervensi bisa keluar dari kategori stunting. Sisanya sekitar 20 persen biasanya terkait faktor kelahiran seperti prematur atau kelainan bawaan,” ungkapnya.

Program di Kecamatan Jombang akan berlangsung selama tiga bulan, kemudian dilanjutkan ke Kecamatan Tanggul selama tiga bulan berikutnya. Tim yang diterjunkan terdiri atas dua dokter, tiga dokter muda, perawat, bidan, serta dukungan Dharma Wanita.

Bagi dr. Nyoman, langkah turun langsung ke masyarakat bukan sekadar program, melainkan bentuk tanggung jawab moral rumah sakit daerah dalam membantu menyelesaikan persoalan kesehatan mendasar di Jember. (dan/ian).

Artikel ini telah dibaca 179 kali

Baca Lainnya

104 Perumahan Berpotensi Picu Banjir, Pemkab Jember Siapkan Langkah Tegas

21 Februari 2026 - 23:34

Parkir Sembarangan di Jember Disikat, Kendaraan Digembok dan Terancam Denda Rp 500 Ribu

21 Februari 2026 - 23:32

Waspada Jalur Tanjakan dan Cuaca Ekstrem, Saatnya Tingkatkan Kesadaran #Cari_Aman di Malang Raya

21 Februari 2026 - 23:29

Selamat! 15.160 Guru PAI Ikuti Uji Pengetahuan PPG Batch 4 Kemenag Tahun 2025

21 Februari 2026 - 23:25

Refleksi Satu Tahun Pasuruan Anugrah, Mas Adi Tegaskan Komitmen Bangun Kota Pasuruan Lebih Baik

21 Februari 2026 - 19:20

Pansus II DPRD Trenggalek Gelar Raker Bersama Tim Asistensi, Berikut Hasilnya

21 Februari 2026 - 08:32

Trending di KABAR NUSANTARA