Probolinggo (Kabarpas.com) – Tiga desa di Kecamatan Sukapura, Kabupaten Pasuruan yang terdampak erupsi Gunung Bromo terus mendapat perhatian dari sejumlah pihak. Kali ini pihak Polres Probolinggo bekerjasama dengan BPBD kabupaten setempat melakukan droping air bersih untuk para warga suku Tengger yang tinggal di tiga desa tersebut.
Tiga desa terdampak erupsi Gunung Bromo tersebut adalah Desa Ngadisari, Wonotoro, dan Desa Jetak. Ketiga desa itu merupakan desa yang masuk ring 1 wilayah terdampak, dengan jarak antara 3 kilometer sampai 5 kilometer dari Gunung Bromo.
Seperti diketahui, bahwa saat ini kondisi mata air di desa terdampak erupsi Gunung Bromo itu sangat kecil, karena mata air yang ada di wilayah setempat tertutup oleh abu vulkanik. Sehingga warga PUN harus rela antri saat mengambil air.
Dalam sehari, warga mengaku membutuhkan sedikitnya enam jerigen berukuran 25 liter. Bahkan, sebelum air bantuan datang, warga terpaksa mengais sisa-sisa air dari sumber mata air dan tandon desa lain, yang jaraknya 2 kilo meter lebih dari rumah mereka.
“Saya bersyukur hari ini mendapatkan bantuan air bersih. Sebab selama ini untuk mencari air bersih di wilayah ini sangat susah. Kalau ada itu pun harus rela mengantri panjang,” ujar Eva Wati kepada Kabarpas.com.
Sementara itu, Kasat Sabhara Polres Probolinggo, AKP Istono mengatakan, kalau pihaknya berencana akan terus menyuplai air bersih untuk warga suku Tengger di wilayah setempat, hingga bencana erupsi Gunung Bromo benar-benar berhenti.
“Pada hari ini ada 5 truk yang masing-masing berisikan 1500 liter air bersih. Truk-truk berisikan air itu sengaja kami datangkan ke sini, guna membantu memenuhi kebutuhan air bersih bagi warga yang tinggal di tiga desa terdampak erupsi Gunung Bromo,” pungkasnya. (sam/tin).



















