Reporter : Moch Wildanov
Editor : Agus Hariyanto
Probolinggo, kabarpas.com – Masim (70) yang sempat hilang selama 30 tahun, asal Desa Donomulyo, Kecamatan Secang, Kabupaten Magelang, akhirnya berhasil ditemukan kembali. Kakek tersebut ditemukan oleh pegiat sosial Kecamatan Paiton, Kabupaten Probolinggo , di pinggir jalan Pantura setempat yang kondisinya lusuh, baju kotor dan rambutnya acak-acakan.
Selanjutnya kakek tersebut dimandikan rambutnya, dipotong dan baru diketahui kalau ia berasal dari Magelang.
Salah satu Pegiat Sosial, Meri Novita menceritakan, pihaknya memang sering melakukan aksi sosial merawat orang dengan gangguan jiwa (ODGJ) di jalan atau di wilayah Kecamatan Paiton.
“Saat kami aksi, menemukan kakek tersebut, dan diketahui berasal dari Magelang, Jawa Tengah sekitar 2 harian lalu,” tutur Meri kepada wartawan Kabarpas.com biro Probolinggo. Jumat, (26/3/2021).
“Kami berusaha menghubungi Dinas Sosial Kabupaten Magelang, dan memang benar kakek tersebut berasal dari sana. Selanjutnya kakek ini dijemput perwakilan keluarga, dan petugas Dinsos untuk dibawa pulang ke Magelang,“ sambungnya.
Setelah seluruh tubuhnya dibersihkan, kakek ini ada interaksi dan komunikasi layaknya orang biasa, dan kemudian dicoba koordinasi dengan Dinsos Magelang dan ternyata ucapanya benar.
” Sekilas terlihat layaknya orang normal pada umumnya. baru kemudian dari kakek ini, dan berkata kalau dari Magelang, saya coba kontak Magelang dan benar .” tambahnya.
Sementara itu, petugas Dinas Sosial Kabupaten Magelang, Nurkhayati, mengucapkan banyak terima kasih kepada Komunitas Pegiat Sosial yang sudah berhasil menemukan kakek ini. Masim memang hilang kontak dengan keluarganya sejak 30 tahun silam, berawal kakek ini mengalami depresi dan kabur dari rumah. Dan selama 30 tahun mendapat kabar kalau kakek Masim berada di Kabupaten Probolinggo.
“ Kami atas nama Dinsos dan keluarga mengucapkan banyak-banyak terima kasih kepada pegiat sosial, dan bersama perwakilan keluarga dan Dinas Sosial, kakek Masim kita kemput ke Probolinggo untuk dibawa ke Magelang,“ pungkasnya. (wil/gus).



















