Reporter : Moch Wildanov
Editor : Agus Hariyanto
Probolinggo, Kabarpas.com – Belasan anak penghuni Yayasan Panti Asuhan Al – Umah di Kelurahan Kareng Lor Kecamatan Kedopok, Kota Probolinggo, kini bisa bernafas lega. Setelah sebelumnya sekitar 15 anak panti asuhan ini merasa gelisah dan tidak bisa tidur pulas, karena tempat tidurnya tidak bisa dipakai pasca diterjang banjir bercampur lumpur yang terjadi beberapa hari lalu.
Melihat kondisi memprihatinkan tersebut, Yayasan Yukata Peduli Bangsa terketuk dan langsung memberikan bantuan belasan peralatan tidur, seperti kasur, bantal, dan selimut. Penyerahan bantuan belasan peralatan tidur tersebut diberikan secara langsung oleh pembina Yayasan Yukata Peduli Bangsa, Mr. Kenichi Morita asal Jepang.
Koordinator Yayasan Yukata Peduli Bangsa Jatim, Hendrik P. Tacazily menuturkan, bakti sosial ini merupakan bentuk kepedulian pihaknya terhadap korban bencana di Indonesia. Dan kali ini pihaknya berbagi di Kota Probolinggo.
“Kami sengaja datang ke Yayasan ini ingin berbagi, dan semoga bermanfaat untuk anak anak panti,” ujar Hendrik kepada Kabarpas.com.
Hendrik mengucapkan terima kasih kepada Camat Kedopok, Koramil / Polsek Wonoasih, Serta Kodim 0820 yang mensuport bakti sosial ini.
“Terima kasih pihak Muspika Kepodok/ Wonoasih, Dandim 0820 Letkol Imam Wibowo yang diwakilkan Kasdim 0820 Mayor Puguh yang sudah mensuport kelancaran baksos ini,” tambahnya.
Yayasan Yukata Peduli Bangsa ini, tandas Hendrik sejak tahun 2018 sudah melakukan aksi sosial di berbagai daerah terdampak bencana di Indonesia, seperti Gempa Palu, Erupsi Merapi dan Daerah lainya.
“Setelah giat di Kota Probolinggo, Yayasan Yukata bergeser ke Lumajang untuk melakukan baksos terhadap korban banjir,” tandasnya.
Sementara itu, Ketua Yayasan Al – Umah, Sanip, mengucapkan terima kasih kepada Yayasan Yukata Peduli Bangsa yang sudah berbagi dan peduli ke Yayasan ini. Diakuinya, pasca banjir ini semua peralatan tidur anak panti tidak bisa dipakai karena rusak dan bercampur lumpur terkena banjir.
“Alhamdulillah setelah ada bantuan ini, anak-anak panti tidurnya tidak berdesakan lagi dan dipastikan tidurnya nyenyak,” ujar Sanip.
Salah satu anak Panti, Hany mengutarakan hal yang sama. Ia juga mengaku bersyukur karena apa yang selama ini menjadi kesedihannya bisa terobati dengan bantuan ini. “Peralatan tidur ini memang dibutuhkan di tempat kami, dan Tuhan mendengar doa kami, terima kasih Yukata,” tutupnya. (wil/gus).

















