Reporter : Abdur Rozaq
Editor : Agus Hariyanto
Pasuruan, Kabarpas.com – Muhammad Muhtar, warga Desa Manikrejo, Kecamatan Rejoso, Kabupaten Pasuruan, memiliki sebuah kitab kuno yang diduga berusia hampir ratusan tahun.
Dugaan tersebut, selain diperkuat oleh bentuk fisik kitab yang masih berbentuk tulisan tangan, juga ditengarai peninggalan buyutnya.
“Saya tidak tahu kitab ini peninggalan mbah atau peninggalan buyut. Menurut cerita, mbah saya masih menangi (mengalami) penjajahan Belanda. Sedangkan kitab-kitab peninggalan mbah yang wafat pada tahun 70-an rata-rata sudah berupa cetakan. Jadi ada kemungkinan ini peninggalan buyut atau bahkan peninggalan canggah,” jelasnya kepada Kabarpas.com di kediamannya.
Kitab itu sendiri, memang sudah terbuat dari kertas. Namun tulisan masih berupa tulisan tangan dengan tinta hitam dan merah atau lebih mirip tinta Cina.
Tinta yang digunakan untuk menulis kitab tersebut nampak hitam kebiruan. Bisa jadi bukan menggunakan tinta Cina, tapi tinta tradisional yang terbuat dari campuran getah daun jarak, arang dan cairan yang berasal dari buah ileng-ileng.
Sementara sampul bagian dalam terbuat dari anyaman mirip tikar pandan dilapisi kain bermotif kembang.
Selain itu, tidak ada judul di halaman depan kitab, namun ketika kabarpas.com mencoba membacanya, kitab tersebut termasuk kitab fikih karena di dalamnya menerangkan masalah tayamum dan thaharah. (zaq/gus).



















