Waspada! Beredar Pesan Hoax Soal Pencairan PKH dari Faisol Riza

Pasuruan, Kabarpas.com – Masyarakat diharap waspada dengan adanya pesan berantai tentang pendaftaran penerima bantuan sosial Program Keluarga Harapan (PKH) tahap 2. Pasalnya, informasi whatsApp yang mengatasnamakan dari Ketua Komisi VI DPR RI, Faisol Riza dengan nomor 0895352643333 tersebut dipastikan hoax.

Pesan berantai itu berisi tata cara mendaftarkan diri untuk menerima bantuan PKH tahap 2. Dan penerima pesan diminta untuk mendaftarkan diri dengan mengklik sebuah tautan. Berikut bunyi pesannya:

“TELAH DIBUKA PENCAIRAN BANTUAN PKH TAHAP 2!
Segera Daftarkan Diri Anda Sebelum Ditutup

  1. Pencairan Bantuan tidak di pungut biaya sepeserpun
  2. Buka websitenya dan segera daftarkan Diri Anda Untuk Klaim Bantuan PKH Tahap 2
  3. Batas Pendaftaran Sampai Dengan 30 Juni 2022
    Klik Pada link dibawah untuk mendaftar
    http://pkh22.co.vu/?v=c…
    Setelah mendaftar pada link di atas, Bantuan PKH Tahap 2 akan disubsidikan setelah 24 jam,”tulisnya.

Saat dikonfirmasi Kabarpas.com, Ketua Komisi VI DPR RI, Faisol Riza melalui tenaga ahlinya Zainal Arifin mengatakan, kalau pesan yang mengatasnamakan Faisol Riza itu Hoax.

“Faktanya, nomor itu bukan dari Ketua Komisi VI DPR RI, Bapak Faisol Riza,”jelas Arif pada Zona Surabaya Raya (Pikiran Rakyat Media Network), Kamis 23 Juni 2022 malam.

Menurut Arif, nomor itu bisa jadi dari orang yang tidak bertanggungjawab yang akan membobol data pribadi sipenerima pesan.

“Kalau ada link yang tidak jelas segera diabaikan saja. Kawatir ingin membobol data di Handphone yang mengklik link itu. Kasihan, takut ada korban,” ungkap dia.

Arif mengatakan, kalau pesan singkat di aplikasi WhatsApp itu sudah menyebar di Probolinggo dan Pasuruan.

“Jadi banyak konstituennya bapak Faisol Riza yang mengklarifikasi ke saya langsung. Itu bukan di Probolinggo saja, tapi di Pasuruan juga,” sebutnya.

Arif berharap, agar para masyakarat tidak di Probolinggo dan Pasuruan agar tidak mengklik link itu.

“Jadi saya tegaskan lagi, jangan klik . Abaikan saja,”pungkasnya. (sam/gus).