Pasuruan, Kabarpas.com – Menjelang datangnya bulan suci Ramadan 1447 H, suasana di sejumlah Tempat Pemakaman Umum (TPU) di wilayah Pasuruan mulai tampak ramai. Sejak Rabu (18/02/2026) pagi pukul 06.00 WIB, warga mulai berdatangan untuk melaksanakan tradisi turun-temurun: membersihkan makam keluarga sekaligus berziarah.
Pantauan di TPU Rogoitan, Kelurahan Pohjentrek, Kota Pasuruan, terlihat puluhan warga silih berganti memasuki area pemakaman. Mereka membawa berbagai peralatan kebersihan seperti sapu lidi, alat pencabut rumput, hingga cangkul untuk merapikan pusara orang tua maupun sanak saudara yang telah berpulang.
Salah satu peziarah, Ani Budi Lestari, datang bersama anaknya untuk membersihkan makam orang tuanya. Baginya, kegiatan ini bukan sekadar rutinitas, melainkan bentuk penghormatan dan persiapan spiritual menyambut bulan puasa.
”Ini persiapan untuk menyambut datangnya bulan Ramadan. Sekalian berziarah dan mengirimkan doa untuk orang tua serta keluarga yang sudah meninggal,” ujar Ani di lokasi makam, Rabu (18/02/2026).
Ani menambahkan bahwa tradisi ini sudah tertanam kuat di keluarganya sejak lama. Selain sebagai pengingat akan kematian, kegiatan bersih-bersih ini bertujuan agar area pemakaman terlihat asri dan nyaman saat dikunjungi oleh kerabat lainnya.
”Tujuannya agar keluarga dari luar kota yang datang berziarah merasa nyaman melihat makam keluarga yang sudah bersih dan terawat,” pungkasnya.
Tradisi bersih makam atau yang sering disebut nyadran oleh masyarakat Jawa ini diperkirakan akan terus mencapai puncaknya hingga H-1 sebelum pelaksanaan ibadah puasa Ramadan dimulai. (emn/ian).



















