Reporter: Emen Sugeng Hariyono
Editor: Ian Arieshandy
Pasuruan, kabarpas.com — Kemeriahan Lebaran hari ketujuh atau Lebaran Ketupat kembali terasa di wilayah Pasuruan. Salah satu tradisi ikonik yang tetap terjaga hingga kini adalah Tradisi Praonan, yang berlangsung meriah di Kelurahan Panggungrejo, Kecamatan Panggungrejo, Kota Pasuruan pada Sabtu (28/03/2026) siang.
Tradisi ini menjadi magnet bagi ribuan warga, tidak hanya dari Kota dan Kabupaten Pasuruan, tetapi juga dari luar daerah. Mereka datang untuk bersilaturahmi sekaligus menikmati pengalaman naik perahu nelayan menuju tengah laut.
Bagi masyarakat setempat, Praonan bukan sekadar naik perahu, melainkan warisan budaya turun-temurun. Ahmad Subekhan, salah satu pengunjung setia, mengaku hampir setiap tahun memboyong keluarganya untuk ikut serta.
”Tujuannya ke sini bersama keluarga untuk melihat tradisi Praonan yang sudah jadi budaya di Kota Pasuruan. Kami ingin menikmati indahnya suasana di tengah laut,” ujar Subekhan.
Senada dengan Subekhan, Ellen, pengunjung lainnya, mengaku terkesan dengan suasana ramai dan kekeluargaan yang tercipta. Meski awalnya sempat merasa ragu, ia akhirnya menikmati pengalaman tersebut.
“Biasanya saya takut naik perahu, tapi ternyata senang berada di tengah laut. Kesannya indah sekali,” ungkapnya.
Untuk mengantisipasi membludaknya jumlah penumpang dan memastikan keselamatan selama acara berlangsung, Satpolairud Polres Pasuruan Kota mengambil langkah sigap. Sebanyak tiga tim diterjunkan khusus untuk melakukan operasi laut dan pemantauan di titik-titik keramaian.
AKP Edy Suseno, Kasat Polairud Polres Pasuruan Kota, menegaskan bahwa fokus utama petugas adalah memberikan imbauan langsung kepada para pemilik perahu.
”Demi menjaga keselamatan tamu dan pengunjung, kami melakukan operasi laut dengan menerjunkan tiga tim guna menghimbau para nelayan pemilik perahu agar lebih berhati-hati saat berada di tengah laut,” tutup AKP Edy Suseno.



















