Menu

Mode Gelap
Wujudkan Mimpi Pebasket Muda Jatim, MPM Honda Jatim Gelar Honda DBL 2023 East Java Series Dukungan Mas Dion Maju Cabup Pasuruan 2024 Kian Masif

Berita Pasuruan · 16 Des 2023 15:52 WIB ·

Wamentan Harap Peternak di Pasuruan Libatkan KUD untuk Tingkatkan Populasi Sapi Perah


Wamentan Harap Peternak di Pasuruan Libatkan KUD untuk Tingkatkan Populasi Sapi Perah Perbesar

Pasuruan, Kabarpas.com – Wakil Menteri Pertanian (Wamentan), Harvick Hasnul Qolbi mengatakan Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) turut memberikan dampak pada turunnya produksi susu nasional hingga 30-40 persen.

Menurut Wamentan, hal tersebut disebabkan banyaknya populasi sapi yang mati akibat PMK tahun lalu.

Hal ini disampaikan saat meninjau peternakan sapi perah yang dikelola oleh Koperasi Unit Desa (KUD) Sembada, Kecamatan Puspo, Kabupaten Pasuruan.

“Pasca PMK kemarin, populasi sapi perah mengalami penurunan, termasuk di Kabupaten Pasuruan. Ini tentu sangat berdampak pada produksi susu kita,” kata Wamentan.

Wamentan Harvick berharap para peternak di Pasuruan terus meningkatkan produksi susu melalui penambahan populasi dari masyarakat atau Koperasi Unit Desa (KUD) melalui pembelian KUR. Sehingga, peternak dapat mengangsur dari bank pemerintah.

Selain itu, pihaknya juga akan merumuskan regulasi kepada Industri Pengolahan Susu (IPS) untuk mengutamakan koperasi yang melakukan pembinaan kepada peternak.

“Padahal Pasuruan sendiri menjadi salah satu daerah penyumbang susu terbesar di Jawa Timur. Untuk itu saya meminta, agar peternak dapat melibatkan KUD untuk menambah populasi sapi perah demi meningkatkan kembali produksi susu,” ujarnya.

Ketua KUD Sembodo Puspo, Purwo Budi Setiawan mengungkapkan saat ini jumlah peternak sapi di koperasinya mencapai 3 ribu orang dengan rata-rata produksi susu mencapai 27 ton per hari.

Meski demikian, ia berharap pemerintah dapat memberikan kebijakan yang berpihak dan melindungi para peternak rakyat di Jawa Timur.

“Sehingga program pemerintah untuk swasembada susu ini dapat berjalan,” katanya.

Sementara itu, Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten Pasuruan, Ainur Alfiah mengatakan populasi sapi perah di Kabupaten Pasuruan mengalami penurunan hingga 7% dari 97.101 ekor di tahun 2021 menjadi 90.304 ekor di tahun 2022.

“Sehingga dampaknya pada produktifitas susu juga turun hingga 30 persen. Tahun 2021, produksi susu sapi di Kabupaten Pasuruan mencapai 137.590 ton. Untuk tahun 2022 turun hingga 30% menjadi 96.385 ton,” pungkasnya. (emn/gus).

Artikel ini telah dibaca 13 kali

Baca Lainnya

Menjaga Tradisi, Memperkuat Keharmonisan: Sinergi Pemerintah dan Perguruan Silat di Blitar

18 Mei 2024 - 06:42 WIB

Mas Dion: PKB Harus Kompak dan Bersatu Menangkan Gus Mujib Jadi Bupati Pasuruan

17 Mei 2024 - 21:01 WIB

Berlaga di Prancis, Delvintor Optimis Suguhkan Performa Positif

17 Mei 2024 - 15:31 WIB

Didapuk Jadi Keynote Speaker Ubaya Innovaction Expo 2024, Begini Kata Ketua Dekranasda Trenggalek

17 Mei 2024 - 13:58 WIB

Malam Ini Lyodra dan Judika Bakal Meriahkan Malam Puncak Obsesi Awards 2024

17 Mei 2024 - 10:48 WIB

Ketua TP PKK Trenggalek Hadiri Peringatan HKG ke-54 di Solo

17 Mei 2024 - 10:37 WIB

Trending di Advertorial