Menu

Mode Gelap
Wujudkan Mimpi Pebasket Muda Jatim, MPM Honda Jatim Gelar Honda DBL 2023 East Java Series Dukungan Mas Dion Maju Cabup Pasuruan 2024 Kian Masif

Peristiwa · 10 Mar 2026

Usai Arahan Bupati di Puskesmas Ajung, Kadinkes Jember Jabarkan Fokus Perbaikan Layanan hingga Rencana Homecare


Usai Arahan Bupati di Puskesmas Ajung, Kadinkes Jember Jabarkan Fokus Perbaikan Layanan hingga Rencana Homecare Perbesar

Selasa, 10 Maret 2026 – 23.46 | 600 kali dilihat

 

Jember, Kabarpas.com – Arahan Bupati Jember Muhamad Fawait kepada tenaga kesehatan di Puskesmas Ajung, Selasa (10/3/2026), menjadi momentum pembenahan layanan kesehatan di tingkat puskesmas. Kepala Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dinkes Dalduk KB) Kabupaten Jember, M. Zamroni menyebut pesan bupati tersebut menitikberatkan pada tiga hal utama yakni pelayanan, fasilitas, dan penguatan kinerja puskesmas sebagai Badan Layanan Umum Daerah (BLUD).

Menurut Zamroni, kunjungan bupati ke puskesmas bukanlah yang pertama. Setiap agenda kegiatan di kecamatan, Fawait hampir selalu menyempatkan diri untuk meninjau langsung pelayanan kesehatan di puskesmas setempat.

“Pak Bupati memang ini sudah kesekian kalinya. Setiap ada kegiatan di kecamatan beliau selalu menyempatkan mampir ke puskesmas,” kata Zamroni usai kegiatan temu tenaga kesehatan di Puskesmas Ajung.

Ia menjelaskan, dalam setiap kunjungan tersebut bupati selalu menekankan tiga prioritas yang harus menjadi perhatian kepala puskesmas.

Prioritas pertama adalah perbaikan kualitas pelayanan kepada masyarakat. Zamroni mengakui bahwa selama ini puskesmas kerap dipandang sebelah mata oleh sebagian masyarakat.

“Sesuai penekanan beliau, yang pertama adalah pelayanan. Selama ini memang puskesmas sering dipandang sebelah mata oleh masyarakat,” ujarnya.

Karena itu, bupati meminta seluruh tenaga kesehatan memperbaiki pola pelayanan agar lebih ramah, responsif, dan profesional.

Hal kedua yang menjadi perhatian adalah peningkatan fasilitas puskesmas agar lebih nyaman bagi pasien. Zamroni mengatakan Fawait bahkan menyampaikan filosofi sederhana tentang bagaimana memanusiakan pasien dalam pelayanan kesehatan.

“Pak Bupati menekankan memanusiakan pasien. Beliau mengibaratkan kalau ruangan kepala puskesmas itu bagus, maka ruang perawatan pasien harus lebih bagus dari itu,” kata Zamroni.

Menurutnya, pesan tersebut menegaskan bahwa ruang pelayanan publik harus menjadi prioritas utama dalam penataan fasilitas puskesmas.

Selain pelayanan dan fasilitas, bupati juga menekankan pentingnya peningkatan kinerja puskesmas sebagai BLUD. Dengan status tersebut, puskesmas diharapkan mampu mengelola pendapatan layanan kesehatan secara lebih optimal.

“Karena puskesmas sekarang sudah BLUD, diharapkan bisa lebih mandiri. Artinya mampu merawat dirinya sendiri, termasuk untuk pemeliharaan kantor dan juga kesejahteraan pegawai,” jelas Zamroni.

Ia juga menyinggung salah satu persoalan yang sering muncul di lapangan, yakni terkait mekanisme rujukan pasien. Menurutnya, masih ada tenaga kesehatan yang belum sepenuhnya memahami tugas pokok dan fungsi dalam sistem rujukan pelayanan kesehatan.

“Kadang yang menjadi kendala itu terkait rujukan. Seperti yang tadi disampaikan Gus, masih ada staf yang kurang memahami terkait tugas pokok dan fungsinya,” katanya.

Selain membahas pembenahan pelayanan puskesmas, Zamroni juga mengungkap rencana peluncuran program layanan kesehatan berbasis kunjungan rumah atau “Homecare” yang tengah disiapkan oleh pemerintah daerah.

Program tersebut awalnya direncanakan diluncurkan pada awal Ramadan. Namun jadwal tersebut harus ditunda karena menunggu waktu yang memungkinkan untuk dihadiri oleh Wakil Menteri Kesehatan.

“Memang rencana Homecare mau diluncurkan oleh beliau, cuma masih menunggu momen yang tepat. Rencananya nanti akan diluncurkan bersama Wamenkes,” ujar Zamroni.

Ia memperkirakan program tersebut berpeluang diluncurkan setelah Hari Raya Idulfitri, menyesuaikan agenda kunjungan dari pemerintah pusat.

Skema program Homecare sendiri akan melibatkan puskesmas sebagai ujung tombak pelayanan. Tenaga kesehatan akan melakukan kunjungan rutin ke rumah pasien yang memenuhi kriteria tertentu.

“Homecare itu nanti kerjanya melakukan kunjungan rutin ke pasien setiap bulan. Ada kriteria pasien yang bisa mendapatkan layanan tersebut,” jelasnya.

Melalui kunjungan tersebut, tenaga kesehatan dapat memantau kondisi pasien secara berkala tanpa harus menunggu pasien datang ke fasilitas kesehatan.

Program ini juga diharapkan menjadi bagian dari sistem deteksi dini bagi pasien yang membutuhkan penanganan lebih lanjut.

“Kalau pasiennya berisiko tinggi atau membutuhkan penanganan lanjutan, nanti Homecare ini bisa menjadi media untuk menentukan rujukan ke rumah sakit,” kata Zamroni.

Ke depan, layanan tersebut juga direncanakan terintegrasi dengan sistem komunikasi digital pemerintah daerah sehingga masyarakat dapat mengakses layanan secara lebih cepat.

“Rencananya juga akan berkolaborasi dengan Kominfo,” ujarnya.

Melalui berbagai langkah tersebut, pemerintah berharap peran puskesmas tidak hanya sebagai tempat berobat, tetapi juga menjadi pusat layanan kesehatan yang aktif menjangkau masyarakat hingga ke tingkat rumah tangga. (dan/ian).

Artikel ini telah dibaca 14 kali

Baca Lainnya

KBIHU Safara Qolby Gelar Walimatus Safar, Bekali Jamaah Raih Haji Mabrur

13 April 2026 - 23:31

Tinjau Puskesmas Mumbulsari, Bupati Fawait Soroti Pelayanan hingga Fasilitas

8 April 2026 - 08:38

Dari Rumah Bocor ke Hunian Layak, Sumiati Rasakan Manfaat Program RTLH di Mumbulsari Jember

8 April 2026 - 08:35

Sholawat Kampung Jadi Ruang Aspirasi, Fawait Tambah Insentif Ketua Pengajian di Jember

8 April 2026 - 08:33

Puluhan Peserta Ikuti Technical Meeting Lomba dan Kirab Budaya Pasoeroean Tempo Doeloe

3 April 2026 - 16:40

Pemkab Probolinggo Serahkan LKPD Unaudited 2025, Optimis Raih WTP ke-13

31 Maret 2026 - 12:41

Trending di Peristiwa