Universitas Negeri Malang bersama Pemkot Pasuruan Gelar Pendampingan dan Pelatihan Pertolongan Pertama Cedera Olahraga

Pasuruan, Kabarpas.com – Dalam rangka melaksanakan TriDarma Perguruan Tinggi pada kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) di tengah Pandemi COVID-19, para Dosen Fakultas Ilmu Keolaragaan (FIK) Universitas Negeri Malang menyelenggarakan Pendampingan dan Pelatihan Pertolongan Pertama Cederà Olahraga bekerjasama dengan Dinas Pariwisata, Pemuda dan Olahraga Kota Pasuruan.

Kegiatan yang diketuai oleh dr. Rias Gesang Kinanti, M.Kes ini diikuti oleh para pelatih senam aerobik se-Kota Pasuruan. Acara ini terselenggara berkat dukungan dari Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LP2M) Universitas Negeri Malang.

“Pendampingan dan pelatihan ini bertujuan untuk memberikan edukasi dan meningkatkan pemahaman pelatih senam tentang cedera olahraga yang sering terjadi pada aktivitas olahraga rekreasional khususnya senam aerobik,” tutur dr Rias Gesang dalam sambutannya.

Lebih lanjut dr Rias Gesang juga menjelaskan pentingnya memberikan edukasi pertolongan pertama cederà olahraga kepada pelatih senam khususnya untuk kelas aerobik. Menurutnya, aerobik dan kebugaran melibatkan pergerakan kelompok otot besar dalam aktivitas ritmik terus-menerus.

Senam aerobik diasosiasikan dengan angka kejadian cedera olahraga yang signifikan. Cedera olahraga yang umum terjadi seperti cedera traumatik dan cedera karena overuse.

“Dan solusi untuk mencegah terjadinya cedera adalah persiapan sebelum senam meliputi pemanasan, peregangan dan diakhiri dengan pendinginan, gunakan teknik yang tepat, kenakan perlengkapan yang sesuai seperti sepatu khusus untuk senam aerobik, dan pakaian olahraga yang mendukung kenyamanan,” terangnya.

“Selain itu, sangat penting untuk memastikan juga lingkungan tempat melakukan senam seperti temperatur, ventilasi dan ketersediaan air minum, lakukan recovery pasca aktivitas senam”, tambah dr cantik ini.

Peserta pendampingan dan pelatihan diberikan edukasi mengenai pertolongan pertama untuk cedera olahraga akut serta harus memahami mengenai fase penyembuhan jaringan tubuh. Adapun tujuan utama dari pertolongan pertama cedera olahraga yaitu untuk menghentikan aktivitas dan mencegah cedera atau kerusakan lebih lanjut.

Sementara itu, Diyah Mindi Astuti, Kasi Olahraga Dinas Pariwisata, Pemuda dan Olahraga Kota Pasuruan turut terlibat langsung dalam kegiatan ini. Diyah memastikan bahwa protokol kesehatan tetap dijalankan dengan ketat. Itu ditunjukkan dengan jumlah peserta dibatasi sebanyak sebelas orang saja dalam satu ruangan. Semua peserta wajib menggunakan masker, pelindung wajah dan mencuci tangan serta diukur suhu badan sebelum memasuki ruangan yang berada di lingkungan Kantor Dinas Pariwisata, Pemuda dan Olahraga Kota Pasuruan.

Peserta terlihat sangat antusias mengikuti kegiatan ini. Salah satu narasumber Ahmad Abdullah, M.Kes menjelaskan prinsip penatalaksanaan pertolongan pertama cedera olahraga pada jaringan lunak yaitu; 1) Segera hentikan aktivitas, 2) Gunakan perban elastis untuk melindungi area cedera, 3) Berikan es pada area cedera 10-15 menit (jika nyeri tidak tertahankan), 4) Kemudian elevasikan/tinggikan bagian tubuh yang cedera untuk mencegah pembengkakan, 5) Segera temui dokter untuk menegakkan diagnosa dan penanganan lebih lanjut.

Sedangkan Kepala Dinas Pariwisata, Pemuda dan Olahraga Kota Pasuruan, M Agus Fadjar, memberikan apresiasi dan berharap kedepannya program kemitraan masyarakat seperti ini bisa terus dilanjutkan dan dikembangkan.

“Sehingga dapat memberikan dampak yang lebih luas kepada masyarakat terkait pemahaman tentang kesehatan olahraga, khususnya di Kota Pasuruan,” pungkasnya. (cha/tin).