Jember, Kabarpas.com – Kabupaten Jember mencatat capaian tertinggi di wilayah eks Karesidenan Besuki pada ajang Universal Health Coverage (UHC) Award 2026. Jember meraih Kategori Madya, sementara Kabupaten Bondowoso dan Kabupaten Situbondo berada di Kategori Pratama.
Peta capaian ini menegaskan posisi Jember sebagai daerah dengan kinerja pengelolaan Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) paling matang di kawasan Besuki, sekaligus menjadi penggerak utama perluasan perlindungan kesehatan di wilayah timur Jawa Timur.
Dengan jumlah penduduk sekitar 2,6 juta jiwa, Jember dinilai mampu menjaga keseimbangan antara cakupan kepesertaan dan tingkat keaktifan peserta JKN. Pengelolaan UHC dilakukan secara lebih sistematis melalui sinergi lintas sektor dan dukungan anggaran daerah yang konsisten.
Kepala Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana Kabupaten Jember, M. Zamroni, menyebut kesiapan tata kelola menjadi faktor pembeda capaian antar daerah di Besuki.
“Jika kita amati kabupaten di eks Karesidenan Besuki, Jember relatif lebih siap dari sisi cakupan dan keaktifan peserta JKN sehingga memperoleh UHC Award kategori Madya,” ujarnya.
Ia menambahkan, capaian tersebut tidak lepas dari kebijakan daerah yang menempatkan UHC sebagai prioritas, mulai dari pemutakhiran data kependudukan hingga penguatan layanan di fasilitas kesehatan.
“Kami terus menjaga keaktifan peserta dan kualitas layanan, baik di puskesmas maupun rumah sakit rujukan. Ini yang menjadi kunci,” katanya.
Sementara itu, Bondowoso dan Situbondo masih berada pada fase penguatan fondasi UHC. Keduanya telah memenuhi cakupan minimal kepesertaan JKN, namun masih menghadapi tantangan pada aspek keaktifan peserta serta optimalisasi pembaruan data penduduk.
Meski demikian, Zamroni menegaskan bahwa capaian UHC seharusnya tidak dilihat sebagai kompetisi antar daerah.
“Keberhasilan UHC di Besuki tidak bisa dilihat secara parsial. Harus naik bersama. Jember siap berbagi praktik baik dengan daerah lain,” tegasnya.
Ia menilai pendekatan regional menjadi penting agar penguatan sistem kesehatan berjalan merata dan berkelanjutan.
Perbedaan capaian UHC Award 2026 ini menjadi indikator arah kebijakan kesehatan di wilayah Besuki. Dengan kolaborasi lintas daerah, efisiensi anggaran, dan penguatan layanan kesehatan primer, kawasan ini dinilai memiliki peluang besar untuk meningkatkan capaian UHC secara kolektif.
Torehan epik ini ini menunjukkan bahwa pelaksanaan jaminan kesehatan di wilayah Besuki terus bergerak. Jember saat ini berada di posisi terdepan, sementara Bondowoso dan Situbondo masih dalam tahap penguatan.
Ke depan, kolaborasi antar daerah menjadi kunci agar perluasan dan keberlanjutan layanan kesehatan dapat meningkat secara merata di kawasan Besuki. (dan/ian).



















