Jakarta, Kabarpas.com – Kehadiran Presiden RI Prabowo Subianto dalam World Economic Forum (WEF) 2026 di Davos, Swiss, dinilai sebagai momentum kebangkitan posisi tawar Indonesia di mata internasional. Itu diungkapkan oleh Ketua Lembaga Pemikiran Strategik Prabowonomic, Tommy Nicson melalui siaran pers yang diterima redaksi Kabarpas.com. Menurutnya, pidato tersebut merupakan bukti nyata bahwa Indonesia kini tampil sebagai penggagas baru ekonomi global.
Tommy Nicson menegaskan bahwa strategi ekonomi yang diusung Presiden, atau yang dikenal sebagai “Prabowonomics”, telah memberikan arah baru bagi pertumbuhan ekonomi dunia yang lebih adil dan berdaulat.
”Pidato Presiden Prabowo di Davos bukan hanya sekadar retorika, melainkan sebuah pernyataan tegas bahwa Indonesia bukan lagi pengikut arus, melainkan penentu arah ekonomi global masa depan,” ujar Tommy Nicson dalam keterangannya.
Tommy menambahkan, poin-poin yang disampaikan Presiden mengenai hilirisasi industri dan swasembada pangan serta energi merupakan fondasi utama yang membuat investor dunia melirik Indonesia. Menurutnya, dunia saat ini melihat Indonesia sebagai mitra strategis yang memiliki visi jangka panjang.
”Prabowonomics menawarkan model ekonomi yang inklusif. Di Davos, Presiden menunjukkan bahwa kepentingan nasional dan kerja sama internasional bisa berjalan beriringan tanpa harus mengorbankan kedaulatan bangsa,” lanjutnya.
Lembaga Strategik Prabowonomic menilai bahwa di bawah kepemimpinan Prabowo, Indonesia kini menjadi center of gravity atau pusat gravitasi ekonomi, khususnya bagi negara-negara berkembang (Global South).
”Dunia melihat Indonesia sebagai jembatan yang rasional. Melalui pidato di WEF Davos, Presiden berhasil meyakinkan para pemimpin dunia bahwa Indonesia adalah tempat investasi yang aman, stabil, dan memiliki kepemimpinan yang kuat dalam memberantas korupsi dan inefisiensi ekonomi,” terang Tommy Nicson.
Kehadiran Indonesia di forum tersebut menjadi sinyal kuat bagi komunitas internasional bahwa tanah air siap bertransformasi menjadi salah satu kekuatan ekonomi terbesar dunia dengan identitas kemandirian yang kokoh. (adi/ian).



















