Menu

Mode Gelap
Wujudkan Mimpi Pebasket Muda Jatim, MPM Honda Jatim Gelar Honda DBL 2023 East Java Series Dukungan Mas Dion Maju Cabup Pasuruan 2024 Kian Masif

Politik & Pemerintahan · 1 Okt 2014

Tolak UU Pilkada Tak Langsung, Puluhan Mahasiswa Jalan Mundur


Tolak UU Pilkada Tak Langsung, Puluhan Mahasiswa Jalan Mundur Perbesar

Panggungrejo (Kabarpas.com) – Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Cabang Pasuruan, mendatangi gedung DPRD Kota Pasuruan dengan cara jalan  mundur, Rabu (01/10/2014).

Dalam aksinya, puluhan aktivis PMII dari berbagai komisariat di Pasuruan itu, melakukan jalan mundur sekitar 500 meter yaitu dari Taman Kota Pasuruan hingga di depan kantor DPRD kota setempat yang berada di jalan Balaikota.

Selain itu, para mahasiswa PMII yang berjumlah sekitar 50 orang ini  membawa bendera dan spanduk penolakan terhadap Pilkada DPRD yang baru disahkan 25 September lalu.

Tak hanya itu, mereka juga mengusung keranda mayat sebagai simbol matinya demokrasi di Indonesia, mereka juga menampilkan teatrikal berjudul “Dewan Perampok Rakyat”. Bahkan, beberapa diantara mahasiswa yang demo itu menutup mulut  mereka dengan lakban sebagai simbol hilangnya suara rakyat Indonesia.

“Dengan disahkannya UU Pilkada melalui DPRD tersebut, merupakan salah satu bentuk kemunduran demokrasi di Indonesia. Pilkada tidak langsung akan membuka peluang kerjasama kongkalingkong legislatif dan eksekutif dalam melancarkan proyek mereka masing-masing,”teriak Muhammad Lutfi, Korlap aksi yang kala itu berorasi menggunakan pengeras suara di depan kantor DPRD Kota Pasuruan.

Tak puas hanya berorasi, para aktivis PMII ini juga meminta kepada anggota dewan di dalam kantor supaya keluar menemui mereka di luar, agar mau menyatakan sikap penolakan terhadap pengesahan UU Pilkada tidak langsung. Mereka juga meminta agar kepada para dewan menandatangani nota kesepakatan menolak UU Pilkada tidak langsung.

Tampak beberapa saat kemudian, Ketua sementara DPRD Kota Pasuruan,  Ismail Marzuki bersama sejumlah anggota dewan yang lainnya langsung keluar dari dalam gedung  dewan guna menemui para pendemo tersebut

“Saya secara pribadi mendukung agar pemilihan kembali dilakukan langsung oleh rakyat. Namun, bagaimanapun kita harus tetap menghargai UU yang dihasilkan teman-teman di pusat,” kata Ismail dihadapan puluhan pendemo.

Selain Ismail, sejumlah anggota dewan dari partai Koalisi Merah Putih, diantaranya yaitu  Aris Budi (PAN), Sahlawi (Golkar), dan Sumarjono (Gerindra).juga menemui para demonstran.

Bersama Ismail, mereka juga ikut menandatangani nota kesepakatan penolakan terhadap pengesahan UU pilkada tidak langsung di sebuah banner yang telah dibawa oleh para pendemo. (ajo/uje).

 

Artikel ini telah dibaca 12 kali

Baca Lainnya

DP3AKB Jember Masuk 5 Besar PPA Award Jawa Timur

17 Juni 2025 - 20:13

DP3AKB Jember Sebut Stunting Bisa Ditekan dengan Pemenuhan Gizi dan Pola Hidup Sehat

17 Juni 2025 - 19:29

Kasatpol PP Pemkab Jember Pimpin Prosesi Pembaretan Anggota Baru dari Unsur CPNS dan P3K

17 Juni 2025 - 18:15

Sengketa 4 Pulau Aceh ke Sumut, JCC: Mendagri Jangan Repotkan Presiden Prabowo

16 Juni 2025 - 11:13

Koperasi Desa Sidomulyo Jadi Percontohan se-Indonesia, Sekda Jupriono: Ini Jadi Pemicu Ekonomi di Desa

15 Juni 2025 - 22:41

Hore! 2 Dusun di Desa Plalangan Kini Diterangi Lampu-lampu PJU Berkat TMMD Kodim 0824/Jember

28 Mei 2025 - 08:20

Trending di KABAR NUSANTARA