Banyuwangi (Kabarpas.com) – Seorang pemuda di Desa Ringentelu, Kecamatan Bangorejo, Banyuwangi, melakukan aksi penolakan terhadap pemasangan tiang listrik yang berada di sepanjang jalan desanya. Pasalnya, tiang tersebut rencananya akan difungsikan untuk menyuplai aliran listrik pertambangan emas Tumpang Pitu yang dikelola oleh PT. Bumi Sukses Indo (BSI).
Pantauan Kabarpas.com, pemuda tersebut nekat masuk ke lubang galian yang akan dipasang tiang listrik di halaman Masjid Al-Huda di desa setempat Aksi ini dipicu lantaran ketika banyak warga monolak pemasangan tiang listrik untuk PT. BSI, camat dan komandan koramil kecamatam Bangorejo malah mendampingi pekerja pemasang tiang tersebut.
“Ya ketika saya tanya siapa yang bertanggung jawab atas pemasangan tiang ini, Camat, dan Danramil, serta pengawasnya saling lempar. Bahkan, saya sempat diintimidasi. Sehingga akhirnya saya nekat masuk ke lubang galian ini saja.” ucap Zaenal Arifin kepada Kabarpas.com.
Zaenal menambahkan, ia akan tetap bertahan hingga para camat, Danramil, dan pekerja pemasang tiang ini angkat kaki dari lokasi tersebut bersamaan dengan seluruh peralatanya. “Meski hingga larut malam saya akan tetap bertahan di sini, agar tiang listrik tersebut tak dipasang di sini.” imbuhnya
Aksi yang dilakukan Zaenal tersebut merupakan salah satu bentuk penolakan warga, akan adanya tambang emas di Kecamatan Pesanggaran. Sebab menurut Zaenal tambang emas yang dikelola PT. BSI telah merusak lingkungan. (dik/tin).













