Tolak Kericuhan dan Terpapar Covid -19, Sejumlah Unsur Elemen di Kota Probolinggo Gelar Deklasi Damai

Reporter : Moch Wildanov

Editor : Agus Hariyanto

 

 

Probolinggo, Kabarpas.com – Belasan komponen perwakilan warga Kota Probolinggo menggelar aksi deklarasi damai dan tolak tindakan anarkis.

Selain itu deklarasi ini bertujuan untuk meminimalisir masyarakat terkonfirmasi Covid -19 di wilayah setempat.

Kapolres Probolinggo Kota AKBP Ambariyadi Wijaya mengatakan, deklarasi tersebut dilakukan oleh sejumlah komponen masyarakat dari berbagai kelompok mulai dari ormas, kepala sekolah hingga beberapa kelompok masyarakat untuk menciptakan Kota Probolinggo yang terjaga, aman dan humanis.

“Karena Kota Probolinggo masih dalam tahap proses pembangunan dan ini perlu untuk didukung oleh semua elemen. Sehingga tidak menghambat terhadap kemajuan di dalam kota ini,” jelasnya.

Ambar menambahkan, berpendapat dimuka umum memang diatur dalam undang undang nomor 9 tahun 1998. Namun penyampaian pendapat tidak boleh mengganggu ketertiban dan keamanan wilayah, apalagi sampai anarkis.

“Kalau tindakan warga yang mengarah pada hal itu maka secara otomatis bisa dilakukan penindakan secara hukum karena dinilai kegiatan tersebut justru merugikan dan melakukan pengrusakkan,” ujarnya.

Selain itu, banyak beberapa daerah ditemukan sejumlah kegiatan demonstrasi justru yang terlibat dari kalangan anak anak yang masih duduk di bangku sekolah menengah atas ( SMA) atau sederajat dan beberapa yang tertangkap hasil swabnya positif.

Untuk menghindari permasalahan tersebut sebenarnya bisa saja dilakukan dengan melakukan forum diskusi grup (FDG) untuk menyikapi soal omnibus law Undang Undang Cipta kerja bisa dibahas disana.

“Kalau dalam dinilai ada ketidak cocokan bisa saja dilakukan rekomendasi kepada pemerintah untuk dilakukan perubahan perubahan,” tutupnya. (wil/gus).