Reporter : Moch Wildanov
Editor : Titin Sukmawati
Probolinggo, Kabarpas.com – Sekitar 50 tim pemburu kera yang melibatkan dari berbagai unsur, diantaranya warga, Perbakin, Pol PP, Petugas Damkar Kota Probolinggo memburu keberadaan kera yang meresahkan warga, dan kerap kali menyerang bayi dan anak anak.
Dari perburuan tersebut mereka hanya berhasil melumpuhkan seekor kera yang masih kecil, yang diduga kuat adalah anaknya. Perburuan ini akan terus dilakukan guna mencari 3 ekor kera lainya yang berurukuran besar.
Teror kera liar yang meresahkan bahkan menyerang anak-anak dan bayi di Kelurahan Kedung Asem, Kecamatan Wonoasih, Kota Probolinggo akhirnya dilakukan perburuan.
Total sekitar 50 orang yang melakukan perburuan kera liar ini menyusuri aliran sungai setempat yang biasa digunakan oleh kera-kera liar tersebut bersembunyi.
Seekor kera terpaksa dilumpuhkan dengan tembakan, karena berbagai upaya dilakukan baik dengan perangkap tidak membuahkan hasil dan diusir kera tersebut justru lama-lama kembali ke wilayah ini.
Kemudian kera yang berhasil dilumpuhkan di area hutan bambu tersebut oleh warga kemudian dikuburkan.
“Meski berhasil melumpuhkan seekor kera, namun tim masih terus akan melakukan perburuan kera. Karena masih ada 3 ekor lagi kera berukuran besar, yang sering menerkam anak anak dan balita,” ujar Imam tim pemburu kera liar.
Menurutnya, bisa saja kawanan kera liar ini lebih dari tiga ekor, karena fenomena serangan kera ini sudah terjadi lama. Sehingga kawanan kera liar tersebut berkembang biak.
Diduga karena stok makanan di area persawahan habis, sehingga kera yang dulunya ini milik warga lepas menjadi liar, dan mendatangi wilayah ini untuk mencari makanan.
“Setelah mendapatkan 1 ekor kera. Perburuan kera dihentikan dan rencanya akan di teruskan keesokan harinya. Karena kera biasanya muncul di permukiman warga pada pagi hari,” tutupnya. (wil/tin).



















