Pasuruan, Kabarpas.com – Arah baru Partai Golkar Kabupaten Pasuruan resmi dimulai. Melalui Musyawarah Daerah (Musda) XI yang digelar di Hotel Royal Senyiur, Prigen, Kamis (29/1/2026), Nik Sugiharti ditetapkan sebagai Ketua DPD Partai Golkar Kabupaten Pasuruan periode 2025–2030. Penetapan dilakukan secara aklamasi, menandai soliditas dukungan internal partai.
Tak kurang dari 95 persen suara Pimpinan Kecamatan (PK) serta organisasi sayap partai menyatakan sikap berada di barisan Nik Sugiharti. Alhasil, salah satu figur Srikandi Golkar itu mendapat dukungan mayoritas mutlak. Serta memuluskan jalannya menuju kursi nakhoda.
Dalam pidato perdananya usai ditetapkan sebagai ketua, Nik menegaskan bahwa hasil Musda bukan kemenangan individu. Ia menyebut amanah tersebut sebagai hasil kerja kolektif kader Golkar yang menginginkan kebangkitan partai berlambang beringin di Kabupaten Pasuruan.
“Ini bukan kemenangan saya pribadi. Ini kemenangan seluruh keluarga besar Golkar. Saatnya kita kembali merapatkan barisan dan membangun kekuatan partai dari bawah,” ujar Nik.
Ia pun mengajak seluruh kader, termasuk yang sempat berbeda pandangan, untuk kembali bersatu. Sebab Golkar baginya adalah rumah besar. Menurutnya, konsolidasi internal menjadi kunci utama menghadapi dinamika politik lima tahun ke depan. Ia juga menegaskan arah perjuangan partai akan mencerminkan sikap terbuka untuk bersinergi.
“Golkar siap bekerja sama dengan siapa pun sepanjang untuk kepentingan rakyat dan pembangunan daerah. Kita tidak bisa berjalan sendiri,” tegasnya.
Sementara itu, Ketua DPD Partai Golkar Jawa Timur Ali Mufthi menekankan pentingnya konsolidasi. Ia meminta seluruh kader meninggalkan sekat-sekat internal dan fokus memperkuat organisasi.
“Musda sudah selesai. Tidak boleh ada lagi kubu-kubuan. Golkar hanya bisa besar kalau solid dan kompak,” pesannya.
Ali Mufthi juga mengingatkan kembali filosofi dasar perjuangan partai. Menurutnya, Golkar harus hadir memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. “Suara rakyat adalah suara Golkar. Kalau kita ingin menang, maka kerja nyata di tengah masyarakat adalah jawabannya,” tandasnya. (dis/ian).



















