Reporter : Moch Wildanov
Editor : Agus Hariyanto
Probolinggo, Kabarpas.com – Tudingan warga terhadap fenomena serangan ribuan ulat jati yang mendatangi permukiman warga di Desa Sumberkare, Kecamatan Wonomerto, Kabupaten Probolinggo, yang berasal dari hutan jati di kawasan desa setempat, memaksa Perhutani Jawa Timur (Jatim) angkat bicara.
“Fenomena tersebut adalah fenomena tahunan yang biasanya pertanda akan tiba musim hujan, dan bila intesitas hujan mulai rapat, ular tersebut akan menghilang dengan sendirinya karena kodratnya adalah metamorfosa,” ujar Humas Perhutani Jatim, Misbakhul Munir kepada wartawan Kabarpas.com biro Probolinggo.
Perhutani akan memastikan dahulu apakah ulat tersebut berasal dari Hutan Jati milik perhutani ataukah dari Pohon Jati milik warga sekitar.
Pasalnya, banyak warga yang menanam pohon jati, dan untuk hutan jati milik perhutani jarak ke permukiman penduduk agak lumayan jauh.
Meski demikian, adanya fenomena ini Perhutani berharap ke masyarakat agar tidak membasmi ulat tersebut karena akan mengganggu keseimbangan alam.
“Pada dasarnya ulat ini tidak gatal, hanya saja bagi warga yang takut akan ulat akan merasa risih dan resah,” tutupnya. (wil/gus).



















